Entertainment
Pemeriksaan Maraton hingga Dini Hari: Reza Arap Dicecar 30 Pertanyaan di Bareskrim Polri
Semarang (usmnews) – dikutip dari Detik.com Suasana tegang dan melelahkan mewarnai Gedung Bareskrim Polri saat Reza Oktovian, atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap, menjalani proses pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber). Pemeriksaan ini merupakan buntut dari kasus dugaan penipuan investasi berkedok trading yang menjerat Doni Salmanan, di mana Reza Arap turut terseret karena pernah menerima donasi (saweran) dalam jumlah fantastis saat melakukan live streaming gim.
Proses hukum yang harus dijalani oleh personel grup musik Weird Genius ini berlangsung sangat panjang dan menguras tenaga.
Berdasarkan laporan di lapangan, Reza Arap baru keluar dari ruang penyidik pada Kamis dini hari, sekitar pukul 03.45 WIB. Durasi pemeriksaan yang ia jalani terbilang luar biasa; dimulai sejak pukul 23.00 WIB pada hari sebelumnya, Reza harus berhadapan dengan penyidik selama hampir lima jam penuh di tengah malam buta. Jika dihitung dari kedatangannya di Bareskrim pada siang harinya, ia telah menghabiskan waktu berjam-jam menunggu dan menjalani proses administrasi sebelum pemeriksaan inti dimulai.
Dalam sesi interogasi yang berlangsung alot tersebut, Reza Arap mengaku dicecar dengan puluhan pertanyaan mendetail.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut diyakini berfokus pada kronologi penerimaan uang saweran sebesar Rp 1 miliar dari Doni Salmanan, hubungan personalnya dengan tersangka, serta apakah ada kesepakatan atau motif tertentu di balik pemberian dana fantastis tersebut. Penyidik berupaya menelusuri aliran dana untuk memastikan apakah uang tersebut merupakan bagian dari tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Doni Salmanan.
Saat keluar dari gedung Bareskrim, raut wajah kelelahan tak bisa disembunyikan oleh Reza. Dengan mata yang terlihat sayu dan tubuh yang tampak letih, ia tetap berusaha kooperatif meladeni pertanyaan awak media yang telah menunggunya semalaman. Reza pun sempat melontarkan permintaan maaf kepada wartawan karena harus menunggu hingga dini hari.
“Ngantuk, gue ngantuk banget,” ujarnya jujur menggambarkan kondisinya saat itu. Meski demikian, sebagai warga negara yang baik, ia menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku dan menjawab semua pertanyaan penyidik dengan sebenar-benarnya.
Kuasa hukum yang mendampingi Reza, Irfan Fauzi, turut membenarkan bahwa kliennya dihujani puluhan pertanyaan substansial. Fokus utama pemeriksaan malam itu memang murni untuk menggali keterangan terkait penerimaan dana yang sempat heboh di media sosial tersebut. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para figur publik mengenai risiko menerima dana besar dari sumber yang belum jelas asal-usulnya, yang sewaktu-waktu dapat menyeret mereka ke dalam pusaran masalah hukum yang rumit dan melelahkan.