Tech
Revolusi Biomimikri: Filter “Mulut Ikan” Mampu Lenyapkan 99% Mikroplastik Tanpa Tersumbat

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sindonews.com Krisis polusi mikroplastik yang semakin mengkhawatirkan di perairan global mendorong para ilmuwan untuk mencari solusi yang tidak konvensional. Kali ini, inspirasi teknologi datang langsung dari salah satu penghuni laut purba, yaitu Hiu Penjemur (Basking Shark). Sebuah studi terbaru mengungkapkan terciptanya sistem filtrasi inovatif yang meniru mekanisme makan ikan raksasa tersebut, yang diklaim mampu menyaring hingga 99% partikel mikroplastik dari air limbah. Mengapa Hiu Penjemur? Hiu penjemur (Cetorhinus maximus) dikenal sebagai hewan penyaring (filter feeder) raksasa yang berenang dengan mulut terbuka lebar. Mereka menyaring plankton dari ribuan ton air laut setiap hari. Pertanyaan besar yang selama ini membingungkan ilmuwan adalah: mengapa insang atau penyaring di mulut hiu ini tidak pernah tersumbat oleh lumpur atau partikel lain saat memproses air dalam jumlah masif?

Jawabannya terletak pada desain anatomi unik pada lengkungan insang mereka yang disebut gill rakers. Struktur ini tidak bekerja seperti saringan kopi konvensional yang menangkap partikel dengan cara menahannya di lubang saringan (yang lama kelamaan akan buntu). Sebaliknya, hiu ini menggunakan prinsip dinamika fluida yang canggih. Mekanisme “Pusaran Air” Anti-Sumbat. Teknologi filter baru ini mengadopsi cara kerja gill rakers tersebut. Alih-alih memaksa air menembus saringan secara tegak lurus, air dialirkan sedemikian rupa sehingga menciptakan pusaran kecil (vortex) atau turbulensi di atas permukaan filter. Struktur filter ini menyebabkan partikel padat (seperti mikroplastik) “terlempar” atau memantul menjauh dari lubang pori-pori filter karena inersia, sementara air bersih tetap bisa lolos melalui lubang tersebut. Proses ini memungkinkan pemisahan partikel secara terus-menerus tanpa menumpuk kotoran di permukaan saringan.

Inilah yang membuat filter tersebut memiliki sifat clog-free atau anti-sumbat, sebuah keunggulan yang tidak dimiliki oleh teknologi filter membran industri saat ini. Efisiensi Energi dan Aplikasi Masa Depan. Dalam pengujian laboratorium, desain bio-inspirasi ini terbukti sangat efektif. Filter tersebut berhasil menangkap 99 persen mikroplastik yang tercampur dalam air. Keunggulan utamanya bukan hanya pada tingkat kebersihan air yang dihasilkan, tetapi juga pada efisiensi operasional. Karena filter tidak mudah tersumbat, maka energi yang dibutuhkan untuk memompa air melewatinya menjadi jauh lebih rendah dibandingkan filter konvensional yang membutuhkan tekanan tinggi saat mulai kotor. Potensi penerapan teknologi ini sangat luas. Salah satu target utamanya adalah pengolahan air limbah industri dan mesin cuci rumah tangga. Seperti diketahui, serat sintetis dari pakaian yang lepas saat dicuci adalah salah satu penyumbang terbesar mikroplastik di lautan. Dengan memasang filter berbasis mekanisme mulut hiu ini, kita dapat mencegah polutan plastik memasuki sistem saluran air sejak dari sumbernya, menawarkan harapan baru bagi kelestarian ekosistem laut kita.







