Tech

Revolusi AI Berbasis Budaya: Sinergi Humain, Adobe, dan Qualcomm untuk Ekosistem Digital Arab yang Lebih Inklusif

Published

on

​London (usmnews) – Dikutip dari Sindonews.com Dunia teknologi kembali mencatat sejarah baru dengan diumumkannya kemitraan strategis antara tiga raksasa teknologi global: Humain, Adobe, dan Qualcomm. Kolaborasi lintas sektor ini membawa misi ambisius untuk mengembangkan ekosistem Kecerdasan Buatan (AI) Generatif yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan dan pemahaman mendalam terhadap konteks budaya Arab. Langkah ini dinilai sebagai terobosan vital untuk menjembatani kesenjangan representasi budaya dalam teknologi global saat ini.​

Mengatasi Bias dan Kekakuan Budaya dalam AI​Selama ini, tantangan utama dalam penggunaan AI generatif global adalah kurangnya pemahaman terhadap nuansa lokal. Konten yang dihasilkan oleh mesin sering kali terasa kaku, “janggal”, atau bahkan tidak sesuai dengan norma budaya dan nilai-nilai masyarakat tertentu. Inisiatif ini hadir sebagai solusi konkret untuk masalah tersebut.​

Dengan teknologi yang dikembangkan bersama ini, model AI akan dilatih untuk memahami seluk-beluk budaya Arab secara presisi. Hal ini tidak hanya mencakup bahasa, tetapi juga estetika visual, norma sosial, hingga konteks keagamaan. Tujuannya adalah memberdayakan lebih dari 400 juta penutur bahasa Arab di seluruh dunia agar dapat menikmati dan memanfaatkan teknologi AI yang relevan dengan identitas mereka, tanpa merasa terasing oleh konten yang bias budaya barat.​

Integrasi Teknologi dari Hulu ke Hilir​Kerja sama ini mencakup integrasi menyeluruh dari perangkat lunak hingga perangkat keras:

​Sektor Perangkat Lunak (Software): Teknologi AI yang peka budaya ini akan ditanamkan langsung ke dalam ekosistem produk Adobe yang masif. Pengguna akan menemukan kemampuan ini dalam Adobe Creative Cloud, Adobe Express, Adobe Firefly, Acrobat, hingga berbagai produk pemasaran Adobe lainnya.

Secara spesifik, melalui fitur Adobe Firefly Foundry, perusahaan-perusahaan kini memiliki kemampuan untuk melatih dan mengembangkan model AI generatif mereka sendiri yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan budaya Arab. Ini memungkinkan pembuatan konten kreatif—baik gambar maupun video—yang jauh lebih otentik dan resonan dengan audiens target.

​Sektor Infrastruktur dan Platform: Teknologi ini juga akan memperkuat platform milik Humain, yaitu HUMAIN Cloud dan HUMAIN ONE. Integrasi ini memastikan bahwa para pengembang dan perusahaan di wilayah Arab memiliki akses ke infrastruktur cloud yang sudah siap dengan kecerdasan kultural tersebut.

​Sektor Perangkat Keras (Hardware): Peran Qualcomm dalam kemitraan ini sangat krusial sebagai penyedia fondasi komputasi. Kolaborasi ini mencakup pembangunan pusat data (data center) AI yang ditenagai oleh chip canggih Qualcomm. Keandalan prosesor ini diperlukan untuk menangani beban komputasi berat dalam menghasilkan gambar dan video berkualitas tinggi.

Selain itu, rekam jejak kerja sama antara Qualcomm dan Humain juga telah terbukti melalui pengembangan laptop yang ditenagai oleh chip Snapdragon X Elite, menjanjikan performa tinggi bagi pengguna akhir.​

Fondasi Kuat dari Humain dan ALLAM​Humain, sebagai anak perusahaan dari Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi, membawa aset intelektual yang sangat berharga ke dalam meja perundingan. Sebelumnya, Humain telah sukses mengembangkan ALLAM, sebuah model bahasa besar (LLM) yang dirancang khusus untuk memahami konteks budaya Islam dan Arab.​

Keberhasilan ALLAM menjadi bukti konsep (proof of concept) bahwa AI dapat diajarkan untuk memahami nilai-nilai agama dan budaya. Pengalaman Humain dalam mengembangkan ALLAM akan menjadi basis pengetahuan utama yang, ketika digabungkan dengan teknologi generatif Adobe dan kekuatan komputasi Qualcomm, akan menciptakan standar baru dalam teknologi AI yang inklusif.​

Melalui sinergi ini, ketiga perusahaan tidak hanya menciptakan produk baru, melainkan membangun sebuah infrastruktur digital yang menghormati keragaman budaya, memastikan bahwa kemajuan teknologi AI tidak meninggalkan identitas lokal di belakang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version