International

Resmi Diakui Dunia, Sertifikat UNESCO untuk Kebaya Diserahkan di Museum Nasional

Published

on

Jakarta (usmnews) – Dikutip dari SindoNews Sejarah baru bagi budaya Indonesia kembali terukir indah. Tim Nasional Kebaya Indonesia secara resmi telah menerima salinan sertifikat penetapan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage) dari UNESCO. Momen bersejarah yang menandai pengakuan dunia terhadap identitas busana perempuan Indonesia ini berlangsung khidmat di Museum Nasional Indonesia pada hari Selasa, 2 Desember 2025. Sertifikat tersebut diterima langsung oleh Lana T. Koentjoro, selaku Ketua Tim Nasional Kebaya Indonesia, didampingi oleh Miranti Serad Ginanjar yang merupakan Chief Editor dari buku “Kebaya, Keanggunan yang Diwariskan”. Prosesi penyerahan sertifikat ini dilakukan secara berjenjang sebagai simbol sinergi antar-lembaga. Bermula dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang menyerahkannya kepada Kementerian Kebudayaan, estafet sertifikat kemudian dilanjutkan oleh Direktur Diplomasi Kebudayaan—mewakili Kementerian Kebudayaan—kepada Pemerintah Daerah serta berbagai komunitas yang menjadi pengusul utama.

Kekuatan Kolaborasi Komunitas, pencapaian gemilang ini bukanlah hasil kerja satu pihak semata, melainkan buah manis dari perjuangan kolektif dan semangat gotong royong berbagai elemen masyarakat. Di bawah binaan tokoh-tokoh inspiratif seperti Putri Kus Wisnu Wardani, Lestari Moerdijat, dan Kartini Sjahrir, Tim Nasional Kebaya Indonesia menyatukan berbagai organisasi perempuan yang memiliki visi serupa.Deretan komunitas pengusul yang telah bekerja keras menyuarakan kebaya ke panggung dunia meliputi Perempuan Indonesia Maju, Pertiwi Indonesia, Pencinta Sanggul Nusantara, Citra Kartini Indonesia, Himpunan Ratna Busana Surakarta, serta Warisan Budaya Indonesia.

Tak ketinggalan, dukungan masif juga mengalir dari Perempuan Berkebaya Indonesia, Kebaya Foundation, Sekar Ayu Jiwanta, Komunitas Notaris Indonesia Berkebaya, Cinta Budaya Nusantara, hingga Rampak Sarinah. Pada hari Senin (8/12/2025), Lana T. Koentjoro mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil perjuangan komunitas pengusul tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga sinergitas yang telah terbangun agar upaya pelestarian kebaya tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut secara berkesinambungan di segala lini kehidupan.

Visi Masa Depan dan Regenerasi. Bagi Lana, pengakuan UNESCO ini bukanlah garis finis. Justru, sertifikat ini adalah titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa tugas pelestarian budaya masih panjang dan harus dijalankan dengan strategi yang lebih inklusif. Fokus utamanya kini adalah melibatkan sebanyak mungkin generasi penerus bangsa. Menanamkan kecintaan terhadap kebaya kepada kaum muda adalah kunci agar warisan ini tetap hidup dan relevan, sembari terus mempromosikan keanggunan kebaya ke mancanegara. Diplomasi Budaya Melalui Literasi, sejalan dengan semangat pelestarian tersebut, Miranti Serad Ginanjar menyoroti aspek strategis lainnya, yaitu literasi dan diplomasi budaya. Saat ini, pihaknya tengah menyusun proses penerjemahan buku “Kebaya, Keanggunan Yang Diwariskan” ke dalam bahasa Inggris.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; tujuannya adalah agar kebaya dapat dipahami dan dihargai secara global sebagai living heritage atau warisan yang terus hidup dan berkembang.Menurut Miranti, buku ini diharapkan menjadi ujung tombak diplomasi budaya yang efektif. Melalui literatur berbahasa internasional, Indonesia dapat memperkenalkan nilai-nilai filosofis, keanggunan, keberagaman tradisi, serta kreativitas perempuan Indonesia di kancah dunia. Lebih jauh lagi, inisiatif ini diharapkan mampu membuka gerbang peluang ekonomi. Dengan akses pembaca global yang lebih luas, potensi kolaborasi bagi para desainer lokal, pengrajin kebaya tradisional, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan semakin terbuka lebar, membawa dampak positif bagi kesejahteraan para pelaku budaya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version