Lifestyle
Rahasia Membuat Donat Kentang Topping Meises yang Lembut dan Mengembang Sempurna

Semarang ( usmnews ) – Dikutip dari Liputan6.com Donat kentang telah lama menjadi primadona camilan rumahan yang tak lekang oleh waktu. Berbeda dengan donat berbahan dasar tepung biasa, penambahan kentang memberikan tekstur yang jauh lebih lembut, padat namun empuk, serta cita rasa gurih yang khas.
Salah satu varian klasik yang paling digemari adalah donat kentang dengan taburan meises cokelat yang melimpah. Bagi Anda yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, baik untuk camilan keluarga maupun ide jualan, memahami teknik yang tepat adalah kunci agar hasilnya tidak bantat dan bebas minyak berlebih.

Kunci Utama: Pemilihan Bahan dan Persiapan Ragi Keberhasilan membuat donat kentang dimulai dari bahan. Penggunaan kentang kukus sangat disarankan dibandingkan kentang rebus, karena kentang kukus memiliki kadar air yang lebih rendah. Hal ini menjaga adonan agar tidak terlalu lembek dan sulit dibentuk. Langkah krusial lainnya adalah memastikan ragi aktif. Sebelum dicampur ke tepung, larutkan ragi instan dengan susu cair hangat dan sedikit gula. Tunggu hingga berbuih; jika tidak ada buih yang muncul, artinya ragi sudah mati dan adonan tidak akan mengembang, sehingga Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Teknik Mengulen dan Fermentasi (Proofing) Proses pencampuran bahan dilakukan dengan menyatukan tepung terigu protein tinggi, gula pasir, kentang halus, dan telur. Larutan ragi dimasukkan perlahan sambil diuleni. Setelah adonan mulai menyatu, barulah margarin dan garam ditambahkan. Tahap ini menuntut kesabaran ekstra karena adonan harus diuleni hingga benar-benar kalis elastis—tandanya adonan tidak mudah sobek saat ditarik melebar (windowpane test) dan permukaannya mulus.

Setelah kalis, adonan perlu diistirahatkan (proofing) dalam dua tahap. Fermentasi pertama dilakukan selama sekitar 45–60 menit hingga ukuran adonan mengembang dua kali lipat. Setelah itu, kempiskan adonan untuk membuang udara (degassing), bagi menjadi bulatan-bulatan kecil, dan lubangi tengahnya. Lakukan fermentasi kedua selama 15–20 menit sebelum digoreng. Tahap istirahat kedua ini sangat penting agar donat terasa ringan saat digigit.

Teknik Menggoreng Agar Tidak Berminyak Banyak orang gagal di tahap penggorengan, menghasilkan donat yang menyerap banyak minyak atau gosong namun mentah di dalam. Triknya adalah menggunakan api sedang cenderung kecil. Minyak harus cukup panas saat donat dimasukkan, tetapi apinya harus stabil. Pantangan terbesar saat menggoreng donat adalah membolak-baliknya berkali-kali. Cukup balik donat satu kali saja saat satu sisi sudah berwarna kuning keemasan. Teknik ini akan menghasilkan “white ring” (cincin putih) di tengah donat, yang menjadi ciri khas donat yang mengembang sempurna dan tidak berminyak.

Sentuhan Akhir: Topping Meises Setelah donat matang, tiriskan hingga suhu turun. Untuk topping meises, ada dua pendekatan. Jika Anda ingin meises menempel dengan bantuan panas, Anda bisa menaburkannya saat hangat, namun cara terbaik agar rapi adalah menunggu donat dingin. Oleskan tipis margarin, buttercream, atau cokelat leleh pada permukaan donat, lalu celupkan ke dalam mangkuk berisi meises. Cara ini membuat meises menempel rata dan cantik.
Dengan mengikuti tahapan di atas, Anda bisa menyajikan donat kentang homemade yang kualitasnya tak kalah dengan toko roti ternama: empuk, fluffy, dan tentunya anti gagal.







