International
Puluhan Ribu Nyawa Belum Ditemukan Akibat Gempa Venezuela, Bantuan Internasional Terus Berdatangan
Semarang (usmnews) – Komite Penyelamatan Internasional mencatat puluhan ribu orang masih menghilang secara misterius. Lembaga ini merilis pernyataan penting tepat dua hari pasca masa kritis berlalu. Peluang para warga bertahan hidup menurun drastis setelah periode tujuh puluh dua jam berlalu. Oleh karena itu, lembaga bantuan kemanusiaan ini menilai skala respons sangat mengecewakan. Respons pemerintah rupanya tidak sebanding dengan skala kebutuhan darurat para korban selamat. Padahal, warga sungguh membutuhkan bantuan secepat mungkin sesudah tragedi gempa Venezuela melanda mereka.
Kondisi Kritis Sesudah Guncangan Dahsyat Bumi
Warga pelabuhan utama La Guaira memfungsikan beberapa ruangan khusus sebagai kamar mayat sementara. Andrea Montilla duduk diam menanti anggota keluarganya mengidentifikasi jenazah nenek beserta sepupunya. Tim penyelamat berhasil menemukan sepupunya yang berumur empat belas tahun tadi malam. “Ini sangat menyakitkan, penantian sangat lama,” kata Andrea Montilla meratapi musibah mengerikan ini. Selain itu, ia menambahkan bahwa ibunda dari sepupunya ini juga masih menghilang. Sementara itu, Darvin Silva menceritakan perjuangan kerasnya saat mencari sang ibu kandung. Tiang penyangga bangunan runtuh lalu menimpa ibunya hingga sang ibu meregang nyawa. “Saya harus berusaha mengeluarkan ibu saya dari sana dengan tangan kosong,” jelasnya. Wilker Molalla datang secara langsung ke lokasi darurat untuk mengidentifikasi jenazah saudara kandungnya. “Sebelas orang bermukim di rumah saya, hanya dua yang selamat,” kata Wilker.
Penyaluran Bantuan Pasca Bencana Seismik Venezuela
Banyak tim penyelamat internasional baru tiba setelah waktu kritis berlalu begitu saja. “Situasinya cukup kritis saat ini,” kata Lia Poggio, kepala misi Organisasi Migrasi Internasional. Kemudian, para warga perlahan mulai menguburkan jenazah setelah tim penyelamat mengumpulkan jasadnya. Akibatnya, banyak penduduk langsung menyerukan kemarahan mereka melihat lambatnya respons pemerintah setempat. Daniela Armas turut mengungkapkan kekesalannya usai mengantre makanan di tempat penampungan darurat. “Terkadang orang saling membunuh demi mendapat makanan, rasanya seperti beradu,” ujar Daniela. Ketua Parlemen Jorge Rodriquez mencatat jumlah korban meninggal dunia terus meningkat tajam. Tim pencarian berhasil mengevakuasi hampir dua ribu jenazah dan mencatat ribuan orang menderita luka-luka. Lebih dari enam ribu orang berhasil menyelamatkan nyawa berkat operasi pencarian maraton ini. Kerabat dan para tetangga juga saling bekerja sama membersihkan puing bangunan berbahaya ini.
Ancaman Penyakit Setelah Bencana Bumi Terparah
Koordinator Perserikatan Bangsa Bangsa Gianluca Rampolla meragukan angka resmi mengenai jumlah korban jiwa. “Saya tidak meragukan bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya lebih tinggi,” jelas Rampolla tegas. Badan kemanusiaan tingkat dunia memperingatkan bahwa para korban selamat akan menghadapi ancaman kelaparan. Oleh karena itu, Program Pangan Dunia langsung segera mendistribusikan pasokan makanan darurat. Organisasi Kesehatan Dunia juga turut menyoroti sistem kesehatan setempat yang mulai kewalahan melayani. Juru bicara Christian Lindmeier menyebutkan para pengungsi berisiko mengidap sakit demam berdarah mematikan. Meskipun demikian, secercah harapan muncul berkat keberhasilan tim penyelamat saat menemukan korban selamat. Pasukan militer Amerika Serikat juga mengerahkan ratusan personel membantu proses pemulihan infrastruktur negara. Jenderal Francis Donovan menegaskan pasukannya akan pulang begitu misi kemanusiaan usai sepenuhnya. Bantuan internasional terus mengalir deras demi meringankan beban berat akibat tragedi gempa Venezuela ini.