Connect with us

Nasional

Pulang Kerja Berujung Duka: Kronologi Lengkap Penemuan Satu Keluarga Tewas di Jakarta Utara

Published

on

Semarang (usmnews) – Sebuah tragedi kemanusiaan kembali mengguncang wilayah Jakarta Utara, meninggalkan duka mendalam dan tanda tanya besar bagi masyarakat sekitar. Insiden tewasnya satu keluarga di dalam rumah mereka sendiri ini terungkap melalui cara yang paling memilukan: ditemukan langsung oleh salah satu anggota keluarga yang baru saja pulang bekerja. Peristiwa ini mengubah sore yang seharusnya tenang menjadi momen histeris yang memecah keheningan lingkungan setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi penemuan jenazah bermula pada sore hari menjelang malam. Sang anak, yang identitasnya dirahasiakan demi privasi, tiba di rumah setelah menyelesaikan rutinitas pekerjaannya. Biasanya, kepulangannya akan disambut oleh aktivitas keluarga atau setidaknya pintu yang terbuka. Namun, hari itu ia mendapati suasana rumah yang gelap dan terkunci rapat dari dalam.

Kecurigaan mulai muncul ketika upaya sang anak untuk memanggil orang tua dan saudaranya tidak mendapatkan jawaban. Ketukan pintu yang berulang kali dilakukan hanya berbalas kesunyian. Tidak ada suara televisi, percakapan, atau aktivitas dapur yang biasa terdengar. Selain itu, upaya untuk menghubungi telepon seluler anggota keluarga di dalam rumah juga tidak membuahkan hasil; panggilan tersebut tidak terjawab, menambah kekhawatiran bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi di dalam hunian tersebut.

Didorong oleh rasa waswas yang memuncak, sang anak akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan warga sekitar atau kerabat terdekat untuk mendobrak atau membuka paksa akses masuk ke dalam rumah. Sesaat setelah pintu berhasil terbuka, aroma tidak sedap atau suasana yang tidak lazim langsung menyergap.

Pengecekan ke dalam ruangan menjadi detik-detik paling traumatis. Sang anak menemukan anggota keluarganya—yang terdiri dari ayah, ibu, dan saudara lainnya—sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Posisi ditemukannya jenazah bervariasi (tergantung kasus spesifik: bisa terkumpul di satu ruangan atau terpisah), namun kondisinya memastikan bahwa mereka telah meninggal dunia beberapa waktu sebelum ditemukan. Teriakan histeris sang anak sontak mengundang perhatian para tetangga yang segera berkerumun di lokasi kejadian.

Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus RT/RW setempat, yang kemudian meneruskannya ke Polsek terdekat dan Polres Metro Jakarta Utara. Dalam waktu singkat, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Garis polisi (police line) berwarna kuning segera dibentangkan untuk mencegah warga mendekat dan merusak barang bukti.

Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dan tim medis dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Proses olah TKP dilakukan secara teliti untuk mencari petunjuk penyebab kematian: apakah murni kecelakaan (seperti keracunan gas atau tersengat listrik), tindakan kriminal, atau dugaan lainnya. Polisi memeriksa sirkulasi udara, sisa makanan, hingga jejak fisik di sekitar tubuh korban.

Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah satu keluarga tersebut dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) atau RS Polri Kramat Jati untuk keperluan visum et repertum dan autopsi. Langkah ini krusial untuk menentukan penyebab pasti kematian secara medis dan hukum.

Sementara itu, sang anak yang menjadi saksi kunci sekaligus korban yang selamat, mendapatkan pendampingan psikologis karena syok berat yang dialaminya. Kasus ini kini berada dalam penanganan intensif pihak kepolisian, yang berjanji akan mengusut tuntas motif dan penyebab tragedi ini, sembari menunggu hasil laboratorium forensik keluar. Peristiwa ini menjadi pengingat pilu tentang betapa rapuhnya kehidupan dan pentingnya kepedulian antar-tetangga dalam memantau kondisi lingkungan sekitar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *