Business

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan: Peluang Kembali ke Level 9.000

Published

on

Semarang (usmnews) – dikutip dari Kompas.com Pasar saham Indonesia bersiap menghadapi sesi perdagangan pada Selasa (13/1/2026) dengan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk kembali menembus dan bertahan di atas level psikologis 9.000. Optimisme ini muncul meskipun pada penutupan perdagangan sebelumnya, Senin (12/1/2026), indeks komposit harus rela terkoreksi sebesar 0,58 persen dan parkir di level 8.884. Penurunan di awal pekan tersebut dinilai oleh para analis sebagai fase koreksi wajar yang justru membuka peluang akumulasi bagi para investor.

Analisis Teknikal: Potensi Rebound dan Fase Gelombang Naik

Tim riset dari MNC Sekuritas, melalui analis teknikalnya, Herditya Wicaksana, membedah pergerakan IHSG menggunakan pendekatan Elliott Wave. Menurut analisisnya, posisi IHSG saat ini diestimasikan sedang berada pada tahap awal dari pembentukan wave iii, yang merupakan bagian dari wave (v) dalam struktur wave [iii]. Dalam terminologi teknikal, konfigurasi gelombang ini mengindikasikan adanya momentum tren kenaikan yang cukup kuat.

Berdasarkan skenario tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG berpotensi mengalami penguatan (rebound) untuk menguji level resistensi di kisaran 9.032 hingga 9.100. Namun, investor juga diingatkan untuk tetap memperhatikan level support atau batas bawah yang krusial di rentang 8.839 hingga 8.764 guna mengantisipasi volatilitas pasar. Sementara itu, resistensi terdekat yang perlu ditembus berada di area 8.908 hingga 8.996.

Pandangan senada juga disampaikan oleh Nico dari Pilarmas Investindo Sekuritas. Ia melihat bahwa meskipun ada potensi pelemahan terbatas, ruang untuk penguatan tetap terbuka lebar. Nico memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada dalam rentang support dan resistance 8.760 hingga 9.000, yang menandakan bahwa volatilitas pasar masih akan terjadi namun dengan kecenderungan bullish jika momentum terjaga.

Menu Saham Pilihan untuk Perdagangan Hari Ini

Menghadapi potensi volatilitas dan peluang rebound tersebut, sejumlah sekuritas merilis rekomendasi saham yang layak dicermati oleh pelaku pasar. Berikut adalah ulasan lengkapnya:

1. MNC Sekuritas: Strategi Buy on Weakness MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness (membeli saat harga melemah) untuk empat emiten berkapitalisasi besar (big caps) yang dinilai memiliki posisi teknikal menarik:

  • PT Astra International Tbk (ASII): Saham konglomerasi otomotif ini ditutup di level Rp 7.000. Secara teknikal, ASII diperkirakan sedang berada di wave [iv] dari wave 5, yang menyimpan potensi kenaikan lanjutan.
  • PT Harum Energy Tbk (HRUM): Emiten pertambangan ini ditutup di harga Rp 1.155. Analisis menunjukkan HRUM berada pada fase wave (iv) dari wave [c] dari wave B, membuatnya menarik untuk dikoleksi saat terjadi koreksi.
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP): Saham produsen kertas ini ditutup di level Rp 9.900. Posisinya yang berada di wave (v) dari wave [i] mengindikasikan adanya potensi penguatan jangka pendek.
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Saham consumer goods ini ditutup di Rp 2.600. Pergerakannya dinilai sedang membentuk wave (c) dari wave [iv], yang sering kali menjadi titik balik sebelum tren kenaikan.

2. Pilarmas Investindo Sekuritas: Fokus pada Trading Jangka Pendek Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti tiga saham dengan potensi keuntungan jangka pendek berdasarkan analisis support dan resistance:

  • PT Multipolar Tbk (MLPL): Dengan harga terakhir Rp 145, saham ini memiliki support di 141 dan resistance di 154. Target harga jangka pendek dipatok di Rp 152, asalkan saham ini mampu bertahan di atas area support-nya.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Emiten tambang logam mulia dan nikel ini ditutup di Rp 3.830. Dengan support di 3.740 dan resistance di 3.990, ANTM memiliki peluang menguat menuju target Rp 3.950 jika berhasil menembus resistensi terdekat.
  • PT Indika Energy Tbk (INDY): Saham energi ini berada di level Rp 3.240. Support tercatat di 3.050 dan resistance di 3.420. Target penguatan jangka pendek berada di kisaran Rp 3.400, dengan catatan tekanan jual tetap terkendali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version