Nasional
Program Desa Dampingan Pemprov Jateng Hidupkan Ekonomi Wonogiri
Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melancarkan berbagai langkah nyata demi mengentaskan kemiskinan daerah. Mereka tidak sekadar menyerahkan bantuan tunai, melainkan berjuang keras menghidupkan sektor perekonomian warga. Salah satu langkah strategis tersebut mewujud melalui program desa dampingan pemprov jateng di Desa Minggarharjo Wonogiri. Rumah Sakit Jiwa Daerah dr Arif Zainudin Surakarta memimpin aksi pendampingan masyarakat secara langsung. Kemudian, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung hasil pelaksanaan kegiatan intervensi sosial. Beliau menyaksikan semangat tinggi para penduduk desa saat mengelola segenap potensi pertanian serta peternakan.
Sementara itu, program desa dampingan pemprov jateng ini berfokus pada hasil asesmen lapangan atas kebutuhan warga. Petugas menemukan potensi ekonomi utama masyarakat berada pada sektor pertanian dan peternakan lokal. Selain itu, mereka mencatat masalah seputar usaha mikro, fasilitas kesehatan, sanitasi, hingga rumah warga. Oleh karena itu, pemerintah mengarahkan penyaluran bantuan guna memperkuat aktivitas ekonomi serta memenuhi kebutuhan dasar. Jajaran instansi menyalurkan bantuan perbaikan rumah, modal usaha kelompok, serta fasilitas penunjang jambanisasi desa. Bahkan, perusahaan swasta turut memberikan dana pendampingan guna membangun rumah layak huni bagi masyarakat. Total nilai bantuan kemanusiaan pada lokasi desa dampingan ini menembus angka lima ratus juta.
Kolaborasi Lintas Sektor Menunjang Program Desa Dampingan
Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa penanganan kemiskinan memerlukan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, rumah sakit, BUMD, dan swasta harus berjalan bersama mendampingi desa miskin. Tokoh yang akrab dengan sapaan Gus Yasin ini menjelaskan penurunan angka kemiskinan provinsi Jawa Tengah. Meskipun demikian, angka kemiskinan Kabupaten Wonogiri masih berada di atas rata-rata angka statistik provinsi. Oleh karena itu, Pemprov Jateng memetakan data hingga tingkat kecamatan demi menentukan area intervensi.
“Dari Wonogiri ini kita petakan lagi kecamatannya,” kata Gus Yasin saat menjelaskan langkah penanganan.
“Kecamatan yang masih di atas data Kabupaten Wonogiri mana, nah Kecamatan Eromoko ini perlu intervensi,” sambungnya.
Selanjutnya, beliau menekankan bahwa bantuan modal usaha kelompok harus berkembang serta menghasilkan pendapatan warga.
“Tujuan kita memberikan bantuan kelompok usaha bersama ini supaya menjadi income bagi warga,” tegaskannya.
Beliau berjanji akan memantau perkembangan bantuan ternak secara berkala pada masa mendatang secara langsung.
Penguatan Sektor Pertanian dan Peternakan Desa Dampingan
Direktur RSJD dr Arif Zainudin, Setyowati Raharjo, mengungkapkan masa awal pelaksanaan agenda pendampingan ini. Pihaknya memulai identifikasi masalah serta survei lapangan sejak awal bulan Januari tahun ini.
“Yang kami lakukan dari hasil survei meliputi peternakan, pertanian, UMKM, dan kesehatan,” kata Setyowati.
Selanjutnya, warga desa mengembangkan ternak sapi, kambing, serta ayam secara mandiri pada pekarangan rumah. Namun, peternak masih mengolah pakan ternak menggunakan metode tradisional yang belum begitu efisien. Petani setempat juga masih mengandalkan air hujan sehingga hanya bisa memanen padi sekali setahun. Oleh karena itu, RSJD memberikan tiga unit alat pencacah pakan serta kompos bagi warga.
“Dengan adanya pengolahan, pelatihan, dan pendampingan seperti ini, harapannya pertanian semakin baik,” tutur Setyowati.
Selain itu, tim pendamping mengedukasi warga mengenai kesehatan jiwa serta pencegahan kasus stunting balita.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Warga Desa Dampingan Secara Berkelanjutan
Sementara itu, pengrajin rengginang, wayang kulit, serta batik tulis masih membutuhkan jaringan pemasaran luas. Kepala Desa Minggarharjo, Tri Wiyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata pemerintah provinsi tersebut. Beliau menilai program ini membantu desa menyelesaikan masalah ekonomi yang menumpuk secara bertahap.
“Harapannya mudah-mudahan tetap masih berlanjut sampai warganya betul-betul sejahtera,” ucap Tri Wiyono penuh optimisme.
Menurut Tri, warga membutuhkan pendampingan berkelanjutan karena perajin gamelan masih kesulitan memperoleh pesanan. Oleh karena itu, keberlanjutan program pendampingan menjadi kunci utama penciptaan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Akhirnya, kerja sama seluruh elemen berhasil mengubah bantuan menjadi aset produktif bernilai ekonomi tinggi.