Education
Prodi DSM FSM Undip Gandeng Pakar UTM Perkuat Riset dan Publikasi Internasional
Semarang (USMNEWS) – Program Studi Doktor Sains dan Matematika (DSM) Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) terus memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional. Melalui program Adjunct Professor yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 3 September 2026, FSM Undip menjalin kolaborasi strategis bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kegiatan bertajuk “Hollow Fiber Technology for Separation and Waste Treatment” ini menghadirkan akademisi ternama UTM, Prof. Mohd Hafiz Ottman, Ph.D., yang memiliki rekam jejak riset kuat dengan h-index mencapai 88. Rangkaian acara ini melibatkan Prodi DSM serta Departemen Kimia FSM Undip untuk menggarap agenda pendidikan, penelitian, peningkatan kapasitas publikasi, hingga tata kelola manajemen pascasarjana.
Agenda ini diisi oleh beragam kegiatan interaktif yang menyasar penguatan mutu akademik internal FSM Undip. Salah satunya adalah pelatihan pengelola jurnal yang diikuti para editor dari berbagai bidang keilmuan, seperti jurnal kimia (Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi serta Greensphere), biologi (Anfis), matematika (JFMA), dan statistika (Gaussian). Selain itu, kolaborasi ini diwujudkan melalui skema joint supervision bagi mahasiswa program S1, S2, hingga S3. Prof. Hafiz memberikan ulasan mendalam terhadap berbagai naskah ilmiah, di mana setidaknya ada tujuh manuskrip mahasiswa dan dosen yang dinilai sudah siap diunggah ke jurnal bereputasi setelah dipoles bersama pakar dari UTM tersebut.
Pengalaman Prof. Hafiz yang juga menjabat sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana UTM turut dimanfaatkan untuk membagikan wawasan mengenai manajemen tata kelola program magister dan doktor bagi para pengelola prodi di Undip. Puncak antusiasme peserta terlihat saat gelaran kuliah umum yang dihadiri oleh sekitar 220 peserta lintas jenjang dan jajaran dosen Kimia FSM Undip. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FSM Undip, Prof. Dr. Kusworo Adi, serta didukung oleh Ketua Program Studi Kimia, Prof. Adi Darmawan, Ph.D.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Prodi DSM FSM Undip, Prof. Dr. Muhammad Cholid Djunaidi, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya membangun sinergi jangka panjang dengan perguruan tinggi ternama kelas dunia.
“Sudah semestinya Prodi Doktor Sains dan Matematika memperkuat jejaring internasional dengan universitas top dunia seperti UTM Malaysia. UTM memiliki posisi yang sangat baik dalam QS World University Rankings dan pantas dijadikan mitra strategis. Apalagi Prof. Hafiz memiliki h-index yang sangat tinggi, yaitu 88,” ungkap Prof. Cholid.
Menurutnya, kolaborasi ini dirancang agar tidak berhenti pada wacana akademik semata, melainkan mampu memicu lahirnya riset bersama, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara konkret.
Guna mengikat komitmen tersebut, FSM Undip bersama Prodi DSM dan Prodi Kimia melangsungkan penandatanganan Implementation Agreement (IA) bersama UTM yang diwakili oleh Prof. Hafiz dan Prof. Kusworo Adi. Langkah ini menjadi pijakan hukum resmi untuk keberlanjutan kerja sama di masa depan. Sebagai tindak lanjut teknis, digelar pula workshop pembuatan hollow fiber yang bekerja sama dengan Laboratorium MerCy milik Prof. Dr. Rer. Nat. Heru Susanto, M.Si., di bawah naungan Laboratorium Terpadu Undip pimpinan Dr. Titik, M.Sc.
Dalam sesi praktik tersebut, para peserta mempraktikkan langsung pembuatan membran berkatalis, baik dalam format flat membrane di Laboratorium Kimia Analitik maupun hollow fiber membrane. Inovasi teknologi membran ini dirancang memiliki fleksibilitas aplikasi yang luas, terutama untuk pemisahan dan pengolahan limbah industri hingga kebutuhan sektor kesehatan seperti alat hemodialisis. Melalui rangkaian kolaborasi lintas disiplin ini, Prodi DSM FSM Undip optimistis dapat terus memproduksi karya ilmiah berdaya guna tinggi serta mempererat pertukaran akademik dengan mitra internasional di masa mendatang.