Sports
Porsimaptar 2025 Sukses Digelar: Meski Terkendala Geografis, Antusiasme Peserta Membludak
Semarang (usmnews) – Pekan Olah Raga Mahasiswa, Pelajar, dan Taruna (Porsimaptar) 2025 yang telah disiapkan sejak bulan April 2025 sukses digelar di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang pada bulan November 2025. Kesuksesan penyelenggaraan ini bukanlah hasil kerja instan, melainkan buah dari perencanaan strategis dan persiapan matang yang telah digodok oleh panitia sejak bulan April 2025.
Memasuki hari keempat penyelenggaraan, antusiasme publik terbukti sangat tinggi. Kompleks Akpol dipadati oleh ribuan orang, yang terdiri dari peserta kompetisi, pendukung, dan masyarakat umum yang ingin menikmati rangkaian acara. Porsimaptar 2025 dirancang sebagai sebuah festival multi-event yang komprehensif. Di satu sisi, atmosfer kompetisi terasa begitu kental. Berbagai cabang olahraga populer, seperti bola basket dan bola voli, mempertandingkan laga-laga sengit yang memacu adrenalin. Tidak hanya itu, ajang ini juga menguji keterampilan dan kedisiplinan melalui perlombaan ketangkasan baris-berbaris (Paskibra), yang berlangsung dengan meriah dan penuh semangat juang dari para peserta.
Namun, Porsimaptar 2025 tidak hanya berfokus pada kompetisi. Acara ini juga menjadi sebuah perayaan bagi ekonomi kreatif dan kuliner lokal. Puluhan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan area acara, menciptakan surga belanja dan kuliner dadakan bagi para pengunjung. Kehadiran stan-stan ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha lokal untuk memamerkan produk unggulan mereka, mulai dari beragam sajian makanan hingga kerajinan tangan. Sebagai pelengkap kemeriahan, panitia juga telah mengagendakan sebuah konser musik sebagai puncak acara, yang diharapkan akan menjadi penutup yang spektakuler dari seluruh rangkaian kegiatan.
Di balik kesuksesan dan kemeriahan yang terlihat, panitia Porsimaptar mengakui adanya tantangan logistik yang cukup unik, khususnya terkait pemilihan lokasi di Akpol. Ervin, selaku perwakilan panitia, menjelaskan bahwa kendala utama yang mereka hadapi berkaitan erat dengan faktor geografis dan ketersediaan infrastruktur.
“Sejauh ini kendalanya mungkin dari tempat. Karena tempat Akpol yang geografisnya tidak semuanya datar, ibarat mau membuat stage (panggung), itu harus cari tempat yang benar-benar datar,” jelasnya. “Selain itu, tempat parkir juga di sini terbatas, padahal antusiasme pengunjung sangat tinggi.” ucap Ervin Panitia Porsimaptar.
Selain masalah topografi, keterbatasan lahan parkir menjadi isu krusial lainnya. Antusiasme pengunjung yang membludak, yang sebetulnya merupakan indikator kesuksesan, ternyata membawa tantangan tersendiri dalam manajemen lalu lintas dan parkir. “Tempat parkir di sini juga terbatas, padahal antusiasme pengunjung sangat tinggi,” tambah Ervin. Panitia juga harus cermat dalam menyusun rencana cadangan (contingency plan) karena mayoritas kegiatan dilaksanakan di ruangan terbuka, yang membuat acara sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Meski demikian, semua tantangan tersebut berhasil diatasi dengan baik. Memasuki hari keempat, panitia mengaku bahwa semua kerja keras dan strategi yang telah dijalankan terbayar lunas. Ervin menegaskan bahwa panitia merasa puas dan tidak memiliki keluh kesah berarti melihat kelancaran acara. Porsimaptar 2025 diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang positif, berfungsi sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antar mahasiswa, pelajar, dan taruna dari berbagai daerah di Indonesia.