Nasional
Polisi Menunggu Laporan Kasus Kejahatan Sang Runner-up Raka Raki Jawa Timur
Semarang (usmnews) – Pihak kepolisian terus memantau skandal kejahatan seorang figur publik Jawa Timur. Oleh karena itu, polisi meminta korban pemaksaan aborsi duta wisata segera melapor ke pihak berwajib. Langkah ini sangat penting agar aparat penegak hukum bisa segera memulai proses penyelidikan kasus. Sementara itu, Tio Ferdian Rahmana, sang pelaku, menyandang gelar runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026. Pria ini juga memegang predikat prestisius Cak dan Ning Surabaya untuk tahun kompetisi 2023. Belakangan ini, pria itu menghadapi tuduhan serius mengenai perintah pengguguran kandungan pacarnya di Singapura. Selanjutnya, Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, memberikan pernyataan tegas mengenai insiden memalukan itu. “Kami terus memonitor situasi, tapi sejauh ini korban belum melapor,” kata Melatisari kepada rekan media. “Sebagai bahan dasar penyelidikan, kami mengimbau korban segera membuat laporan resmi,” lanjut Melatisari dengan tegas.
Berita tentang bukti percakapan WhatsApp pelaku dan sang pacar telah menyebar luas ke media sosial. Warganet langsung memberikan kritik tajam kepada pria bergelar duta wisata itu setelah melihat bukti percakapan. Dalam unggahan memalukan itu, Tio menyuruh pacarnya pergi ke Singapura untuk menggugurkan kandungan berumur muda. Akibatnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, langsung mengambil tindakan sangat tegas. Beliau tidak ingin tinggal diam melihat kelakuan buruk sang pemenang ajang bergengsi level provinsi itu. “Kami telah mendengar kabar mengenai adanya kejadian negatif,” kata Evy kepada wartawan setempat hari Senin. “Kejadian negatif ini menimpa salah satu Raka,” lanjut Evy memberikan keterangan lebih mendalam kepada audiens.
Sikap Tegas Institusi Mengusut Tuntas Kasus Kejahatan Sang Duta Wisata
Evy juga menjelaskan proses seleksi peserta Raka Raki tingkat provinsi yang sangat ketat dan berjenjang. Pemerintah kabupaten harus menyaring para peserta sebelum mereka maju ke tingkat provinsi secara resmi. Institusi berwenang wajib mengklarifikasi secara menyeluruh semua masalah yang membelit pemenang kontes duta wisata itu. Kepolisian terus mengimbau korban pemaksaan aborsi duta wisata agar secepatnya mendatangi kantor untuk melapor segera. Selanjutnya, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sudah menyiapkan hukuman berat bagi pelaku pelanggaran. “Sanksi paling berat yakni pencabutan gelar dan pencoretan nama oknum bersangkutan,” ujar Evy sangat lugas. Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya juga tidak mau kalah dalam merespons kasus kejahatan asmara ini. Mereka langsung memberhentikan Tio dari jabatannya sebagai tenaga kontrak non ASN pada hari yang sama.
Tindakan Cepat Pemerintah Kota Merespons Skandal Aborsi Sang Figur Publik
Kepala Bagian Umum dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kota Surabaya turut memberikan penjelasan resmi kepada publik. “Tio bukan ASN dari bagian umum prokopim,” kata Ario Bagus Permadi memberikan klarifikasi yang transparan. “Dia tenaga non ASN kontrak karena basic-nya Cak Surabaya,” lanjut Ario kepada para pencari berita. Ario memaparkan sejarah perekrutan Tio sebagai pembawa acara untuk program pemerintah kota tahun 2024 lalu. Pemerintah Kota Surabaya langsung menelusuri kebenaran informasi tentang skandal memalukan yang beredar luas di internet. Pemerintah Kota Surabaya membulatkan tekad dan langsung menjatuhkan hukuman pemecatan kepada pria itu hari ini. “Kami melakukan pemutusan hubungan kerja semenjak tadi pagi,” pungkas Ario dengan sangat tegas kepada media. Dengan demikian, langkah tegas ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah menolak keras perilaku kejahatan aborsi. Masyarakat luas juga mendesak polisi agar segera mengusut dan menangkap pelaku kejahatan keji ini secepatnya. Pada akhirnya, keadilan harus segera berpihak kepada orang yang mengalami penderitaan akibat tindak kejahatan itu.