Lifestyle

Pola Avoidant Attachment Bikin Pasangan Sering Tarik Ulur

Published

on

Semarang (usmnews) – Dilansir dari Kumparan.com Anda mungkin sering overthinking saat pasangan tiba-tiba menjauh. Terkadang, Anda merasakan hubungan asmara berjalan tanpa kejelasan pasti. Padahal, sang kekasih selalu menunjukkan sikap peduli sehari-hari. Faktanya, kondisi membingungkan ini memiliki penjelasan psikologis tersendiri. Bisa jadi, Anda sedang menghadapi pola avoidant attachment saat ini.

Secara psikologis, kebiasaan ini membuat seseorang selalu menjaga jarak emosional. Tentu saja, dinamika asmara ini sangat membingungkan isi kepala Anda. Awalnya, mereka selalu hadir dan memberikan perhatian penuh. Namun, mereka mendadak pergi tanpa meninggalkan penjelasan apa pun. Akibatnya, kebiasaan buruk ini menguras energi mental banyak orang.

Bahkan, banyak wanita mulai mempertanyakan keseriusan perasaan pasangan mereka. Seringkali, pria hanya datang dan pergi sesuka hati mereka. Puncaknya, ketidakpastian ini mengguncang stabilitas mental Anda secara hebat. Selain itu, situasi ini memicu rasa tidak aman berkepanjangan.

Sebenarnya, fenomena dekat tapi jauh ini memiliki alasan khusus. Umumnya, sikap tarik ulur menjadi mekanisme pertahanan diri seseorang. Sayangnya, pola avoidant attachment sangat menyiksa batin untuk jangka panjang.

Secara ilmiah, teori psikologi mengupas tuntas fenomena percintaan ini. Biasanya, luka masa lalu membentuk karakter dingin seseorang. Misalnya, orang tua gagal memenuhi kebutuhan emosional anak sejak kecil. Alhasil, individu tersebut tumbuh menolak ketergantungan emosional kepada orang lain.

Mengutip pakar terapi dr. Brooke Keels, mereka sebenarnya mendambakan cinta. Akan tetapi, kedekatan emosional justru memicu rasa tidak nyaman. Tegasnya, mereka menolak keintiman bukan karena kehilangan rasa suka.

Ciri utamanya, pasangan selalu menunjukkan gaya komunikasi sangat buruk. Contohnya, mereka bersikap hangat layaknya kekasih paling romantis sedunia. Seketika, mereka berubah sangat dingin dan mengabaikan pesan Anda. Lebih lanjut, mereka selalu menghindari topik obrolan masa depan serius.

[Baca Juga: Kuku Palsu Berbahaya Saat Darurat, Pasien Nyaris Hilang Nyawa]

Saat bertengkar, mereka lebih suka melarikan diri dari masalah. Tujuannya, mereka berusaha keras menekan stres akibat konflik tersebut. Padahal, pasangan pasti merasa sangat sakit hati melihat tingkahnya.

Makanya, Anda wajib memahami karakter unik pasangan ini secara utuh. Jika tidak, Anda akan menahan ekspektasi terlalu lama sendirian. Pastinya, hal ini merusak kesehatan mental Anda secara perlahan.

Oleh karena itu, Anda wajib menetapkan batasan diri secara tegas. Kuncinya, Anda dan pasangan harus membangun komunikasi saling terbuka. Akhirnya, segera evaluasi pola avoidant attachment ini demi kebahagiaan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version