Connect with us

Entertainment

Platform Layanan Streaming Disney+ Akan Menyajikan Adaptasi Serial Live-Action Yang Diangkat Dari Komik Horor Berjudul Aku No Hana.

Published

on

Semarang ( usmnews ) dikutip dari antaranews.com Dunia hiburan Jepang kembali membawa kabar gembira sekaligus menegangkan bagi para pencinta genre psikologis-horor. Manga kultus karya Shūzō Oshimi yang penuh kontroversi dan pujian, “The Flowers of Evil” (Aku no Hana), dipastikan akan kembali diadaptasi ke dalam format live-action. Kali ini, kisahnya tidak akan dipadatkan menjadi sebuah film, melainkan dikembangkan menjadi serial televisi berepisode yang dijadwalkan tayang perdana pada April 2026.

Proyek ambisius ini merupakan kolaborasi penayangan antara stasiun televisi terkemuka Jepang, TV Tokyo, dengan raksasa layanan streaming global, Disney+. Langkah ini menandakan keseriusan produksi untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menyajikan kualitas visual yang mumpuni.

Jejak Adaptasi: Dari Anime hingga Layar Lebar
Serial yang akan datang ini bukanlah upaya pertama dalam memvisualisasikan kisah kelam Takao Kasuga dan Sawa Nakamura. Manga Aku no Hana sendiri telah memiliki sejarah adaptasi yang panjang dan dinamis.

Anime (2013): Studio Zexcs pernah menggarap versi animenya dengan teknik rotoscoping yang memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar karena gaya visualnya yang sangat realis namun “mengganggu”, sesuai dengan nuansa ceritanya.

Film Live-Action (2019): Enam tahun setelah animenya, sebuah film layar lebar dirilis pada 2019.

Serial TV (2026): Kini, format serial televisi dipilih, yang diharapkan mampu memberikan ruang lebih leluasa untuk mengeksplorasi kedalaman psikologis karakter yang rumit, sesuatu yang mungkin sulit dicapai dalam durasi film yang terbatas.

Jajaran Pemain: Pertemuan Dua Talenta Unik
Sorotan utama dari pengumuman ini tertuju pada dua aktor sentral yang akan menghidupkan dinamika “beracun” dalam cerita ini.

  1. Fuku Suzuki sebagai Takao Kasuga Aktor muda berbakat, Fuku Suzuki, didapuk untuk memerankan protagonis utama, Takao Kasuga. Dalam wawancaranya, Suzuki mengungkapkan antusiasme yang mendalam. Ia merasa memiliki koneksi personal dengan karakter Kasuga. Menurutnya, meskipun perkembangan karakter Kasuga sangat ekstrem, “aura” dasar dan kecemasan remaja yang dirasakan karakter tersebut sangat mirip dengan apa yang ia rasakan sendiri.

“Manga Aku no Hana membangkitkan kenangan emosional masa sekolah. Melihat konflik batin dan kecemasan Kasuga terasa seperti melihat cerminan diri saya di usia yang sama,” ungkap Suzuki. Hal ini menjanjikan performa yang tidak hanya sekadar akting, tetapi juga refleksi emosional yang jujur.

  1. Ano (Shimizu Ayano) sebagai Sawa Nakamura Peran Sawa Nakamura, karakter wanita yang ikonik dengan sifat manipulatif, anarkis, namun memikat, jatuh kepada penyanyi sekaligus aktris nyentrik, Ano. Pemilihan Ano dianggap sangat tepat mengingat persona publiknya yang unik. Ano sendiri menggambarkan perannya ini sebagai sebuah “takdir”. Ia menceritakan pengalaman spiritualnya saat pertama kali membaca skenario, di mana ia merasa seolah-olah “dikejar” oleh bayang-bayang karakter Nakamura.

“Sepertinya saya telah menemukannya, lalu bertahun-tahun kemudian saya menemukannya lagi. Saya tidak pernah menyangka akan benar-benar memerankan Nakamura-san. Saya menghargai kesempatan ini dan akan terjun total ke dalam dunia syuting,” ujar Ano dengan puitis.

Penantian Global
Hingga berita ini diturunkan, fokus penayangan masih terpusat untuk pasar domestik Jepang melalui TV Tokyo dan layanan Disney+ di wilayah tersebut. Belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal rilis atau ketersediaan untuk audiens internasional, termasuk di Amerika Utara dan Asia Tenggara. Namun, mengingat keterlibatan Disney+, besar harapan serial ini akan didistribusikan secara global setelah penayangan perdananya di Jepang.

Kehadiran kembali Aku no Hana dalam format serial diharapkan dapat mengupas tuntas lapisan-lapisan trauma, obsesi, dan pencarian jati diri remaja yang menjadi inti kekuatan karya Shūzō Oshimi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *