Tech
Persaingan Ketat di Dunia Browser: Strategi Baru Microsoft Menghalau Dominasi Chrome
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com, Di awal tahun 2026 ini, persaingan antara dua raksasa teknologi, Microsoft dan Google, memasuki babak baru yang semakin intens. Microsoft dilaporkan tengah melancarkan serangkaian “jurus” atau taktik strategis di dalam sistem operasi Windows 10 dan Windows 11 guna membujuk penggunanya agar tetap setia menggunakan Microsoft Edge dan mengurungkan niat untuk mengunduh atau menggunakan kompetitor utamanya, Google Chrome.
1. Taktik Intervensi di Halaman Unduhan
Salah satu metode yang paling mencolok adalah munculnya berbagai bentuk banner notifikasi atau pop-up yang muncul secara otomatis saat pengguna mengakses situs pengunduhan Google Chrome melalui browser Edge. Microsoft menggunakan pesan-pesan persuasif yang menyatakan bahwa Edge dibangun di atas teknologi yang sama dengan Chrome (Chromium), namun dengan lapisan keamanan tambahan yang lebih terintegrasi dengan sistem Windows.
Pesan-pesan ini sering kali bernada mendesak, seperti:
- “Anda sudah memiliki browser yang paling aman di Windows.”
- “Mengapa harus beralih? Microsoft Edge menawarkan fitur penghemat baterai yang lebih baik untuk laptop Anda.”
2. Integrasi AI (Copilot) sebagai Daya Tarik Utama
Memasuki tahun 2026, Microsoft semakin mengandalkan Copilot, asisten cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI), untuk membedakan Edge dari Chrome. Microsoft menonjolkan bahwa Edge adalah “AI Browser” yang memiliki integrasi mendalam dengan sistem AI di Windows. Pengguna dipancing dengan kemudahan merangkum dokumen PDF, menulis draf email, hingga menghasilkan gambar langsung dari sidebar browser tanpa perlu memasang ekstensi tambahan, sesuatu yang diklaim lebih mulus di Edge dibandingkan di Chrome.
3. Modifikasi Pengaturan Sistem (Friction Factor)
Microsoft juga dikritik karena menciptakan “hambatan” teknis (friction) bagi pengguna yang ingin mengubah browser default mereka. Meskipun proses ini sudah dipermudah di pembaruan Windows 11 terbaru, pengguna sering kali masih dihadapkan pada pertanyaan konfirmasi “Are you sure?” atau “Coba dulu Edge sebelum Anda berganti” saat mencoba menetapkan Chrome sebagai aplikasi utama.
Selain itu, tautan-tautan tertentu dari sistem operasi, seperti pada menu Start atau Widget, sering kali diprogram untuk tetap terbuka melalui Edge meskipun pengguna sudah mengatur Chrome sebagai browser utama.
4. Notifikasi di Menu Pengaturan dan Start Menu
Strategi ini tidak hanya berhenti di dalam browser. Pengguna Windows mulai melaporkan adanya iklan atau “rekomendasi” di dalam menu Settings (Pengaturan) dan Start Menu. Iklan ini biasanya muncul saat sistem mendeteksi bahwa pengguna belum mencoba fitur-fitur baru di Edge atau jika browser tersebut tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Mengapa Microsoft Begitu Agresif?
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Penguasaan pasar browser (market share) adalah pintu gerbang menuju pendapatan dari iklan pencarian dan pengumpulan data pengguna untuk pengembangan AI. Dengan mendominasi browser, Microsoft dapat memastikan bahwa mesin pencari Bing tetap menjadi pilihan utama, yang pada akhirnya akan mendongkrak ekosistem bisnis mereka secara keseluruhan.
Meskipun taktik ini sering kali dianggap mengganggu oleh sebagian pengguna, Microsoft tampaknya belum berencana untuk mundur. Bagi mereka, kenyamanan integrasi antar-perangkat dan kecanggihan AI adalah nilai jual yang cukup kuat untuk menandingi popularitas Chrome yang sudah mengakar kuat selama lebih dari satu dekade.