Business
Perkuat Distribusi Phonska Cair dan Petrofish, Petrokimia Gresik Buka Hub Pemasaran Terintegrasi

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com PT Petrokimia Gresik, yang merupakan salah satu pilar utama dalam holding BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali melakukan terobosan strategis untuk mendukung sektor pertanian nasional. Langkah konkret ini diwujudkan melalui peresmian fasilitas baru bernama Petromart Official Hub. Fasilitas yang berlokasi di area strategis Kebun Percobaan Karangturi, Gresik, Jawa Timur ini dirancang sebagai pusat layanan terintegrasi yang bertujuan untuk memangkas jarak antara produsen dengan petani sebagai pengguna akhir.
Konsep Layanan Terintegrasi dan Responsif

Kehadiran Petromart Official Hub bukan sekadar sebagai gerai penjualan fisik, melainkan sebuah solusi komprehensif untuk menjawab dinamika kebutuhan di lapangan. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menjelaskan filosofi di balik pendirian hub ini. Menurutnya, fasilitas ini dibangun dengan misi utama memastikan percepatan distribusi produk-produk hasil riset dan pengembangan perusahaan agar dapat segera dimanfaatkan oleh para petani.
Adityo menekankan bahwa kebutuhan petani di era modern terus berkembang secara dinamis. Petani masa kini tidak hanya memerlukan produk pupuk yang berkualitas tinggi, tetapi juga menuntut kemudahan akses, ketersediaan produk dalam berbagai ukuran (termasuk kemasan kecil yang lebih terjangkau), serta dukungan edukasi teknis. Oleh karena itu, Petromart Official Hub hadir dengan pendekatan layanan yang lebih modern, digital, dan responsif. Fasilitas ini juga menawarkan pendampingan yang intensif, sehingga petani tidak hanya membeli produk, tetapi juga memahami cara pengaplikasian yang tepat untuk hasil yang optimal.
Mendorong Penetrasi Produk Inovasi Phonska Cair dan Petrofish
Salah satu fokus utama dari Petromart Official Hub adalah memperkuat rantai distribusi produk-produk komersial unggulan perusahaan. Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah Phonska Cair, sebuah inovasi pemupukan yang telah mendapatkan respons positif pasar dengan catatan penjualan menembus angka lebih dari 200 ribu botol. Melalui hub ini, ketersediaan produk-produk inovatif tersebut dijamin lebih mudah dijangkau, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendongkrak produktivitas pertanian secara nasional.
Selain fokus pada pertanian tanaman pangan, Petrokimia Gresik juga menunjukkan kepeduliannya pada sektor perikanan budidaya melalui produk Petrofish. Produk probiotik cair ini tersedia di Petromart Official Hub sebagai solusi bagi para pembudidaya ikan dan udang. Petrofish memiliki fungsi vital dalam ekosistem tambak, mulai dari memperbaiki kualitas air, meningkatkan ketersediaan pakan alami, hingga menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen yang merugikan.
Adityo Wibowo menegaskan bahwa keberadaan produk-produk ini diharapkan memberikan multiplier effect berupa dampak sosial dan ekonomi yang luas. Dengan hasil panen dan budidaya yang lebih baik, kesejahteraan petani dan petambak pun akan turut meningkat.

Edukasi Berkelanjutan dan Rencana Ekspansi
Momentum peresmian Petromart Official Hub ini dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian acara Petro Fishtival Gogoh Iwak yang diselenggarakan di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. Integrasi kegiatan ini menunjukkan komitmen perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.
Dalam festival tersebut, Petrokimia Gresik turut menyelenggarakan sesi edukasi bagi para petambak mengenai praktik budidaya perikanan yang baik atau Good Aquaculture Practices (GAP). Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memberikan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Kedepannya, manajemen Petrokimia Gresik menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti di satu lokasi saja. Perusahaan berencana memperluas jaringan Petromart Official Hub ke berbagai wilayah potensial lainnya. Ekspansi ini bertujuan agar layanan prima dan produk inovatif Petrokimia Gresik dapat diakses dengan mudah oleh petani di seluruh pelosok negeri, memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.







