Connect with us

Lifestyle

Perguruan Tinggi Siap Tangani Masalah Sampah Sisa Makanan Nasional

Published

on

Semarang (usmnews) – Masalah lingkungan masih menjadi ancaman sangat serius sekarang. Tepatnya, negara kita belum mampu menuntaskan masalah timbunan sampah. Padahal, tumpukan sampah merusak keindahan tata ruang kota. Selain itu, aroma busuknya sangat mengganggu pernapasan warga sekitar. Tentu saja, pemerintah harus segera mencari solusi paling ampuh. Kini, pemerintah mulai menggandeng pihak institusi pendidikan tinggi. Pastinya, langkah ini membawa angin segar bagi pelestarian alam. Mari kita bahas rencana inovasi pengolahan sampah ini bersama.

Pernyataan Resmi Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains

Selanjutnya, mari kita cermati pernyataan resmi perwakilan pihak pemerintah. Seorang pejabat kementerian baru saja memberikan arahan yang tegas. Beliau menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Banyak orang sering menyingkat kementerian ini dengan nama Mendiktisaintek. Sang menteri menyampaikan pernyataan penting ini pada acara kementerian. Tepatnya, beliau berbicara saat acara halal bihalal keluarga besar. Mereka menggelar acara itu pada Gedung Kemdiktisaintek Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaannya berlangsung pada hari Senin tanggal enam April.

Dominasi Timbunan Sampah Berupa Sisa Makanan Warga

Lebih lanjut, sang menteri mengungkap sebuah fakta sangat mengejutkan. Rupanya, komposisi sampah nasional memiliki sebuah pola yang khas. Menurut beliau, sampah sisa makanan sangat mendominasi negeri ini. Banyak pakar lingkungan menyebut jenis kotoran ini sebagai food waste. Bahkan, menteri menyebut angkanya mencapai lima puluh persen lebih. Tepatnya, persentase sisa makanan menyentuh angka enam puluh persen. Tentu saja, jumlah ini sungguh sangat mengkhawatirkan kita semua. Sehingga, semua pihak harus segera melakukan tindakan nyata menyeluruh.

Peran Mahasiswa Menciptakan Inovasi Teknologi Pengolahan

Kemudian, bagaimana peran kampus menyelesaikan masalah lingkungan ini? Pemerintah meminta kalangan akademisi menciptakan inovasi teknologi pengolahan canggih. Mahasiswa harus merancang mesin pembuat pupuk kompos secara massal. Selain itu, para dosen wajib membimbing riset para mahasiswa. Dengan demikian, tumpukan sisa makanan bisa berubah menjadi berguna. Misalnya, petani bisa memakai kompos itu untuk menyuburkan tanaman. Akhirnya, volume sampah pada area pembuangan akhir akan menurun. Pastinya, bumi kita akan kembali bersih dan juga asri.

Pentingnya Kesadaran Warga Mengurangi Kebiasaan Membuang Makanan

Sebagai penutup, peran teknologi saja tidak akan pernah cukup. Masyarakat juga wajib mengubah kebiasaan buruk membuang sisa makanan. Mula-mula, ambillah porsi nasi secukupnya saja saat Anda makan. Kedua, simpanlah makanan sisa semalam ke dalam lemari pendingin. Selanjutnya, Anda bisa menghangatkan kembali makanan itu besok pagi. Sebab, menghargai rezeki makanan merupakan bentuk rasa syukur kita. Akhirnya, masalah krisis lingkungan ini akan tuntas secara perlahan. Semoga, tulisan lingkungan hidup ini menambah wawasan berharga Anda.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *