Connect with us

International

Peran KPK Hong Kong (ICAC) dalam Menyelidiki Kebakaran Dahsyat Apartemen di Tai Po

Published

on

Hongkong (usmnews) di kutip dari detiknews Tragedi kebakaran dahsyat yang melanda kompleks apartemen **Wang Fuk Court** di distrik **Tai Po**, Hong Kong utara, telah menarik perhatian serius dari otoritas tertinggi di wilayah tersebut, termasuk Komisi Independen Anti Korupsi (**ICAC**). Kebakaran yang terjadi baru-baru ini telah menjadi salah satu bencana terburuk yang pernah menimpa pusat keuangan Asia itu dalam hampir delapan dekade, sebuah peristiwa yang menewaskan sedikitnya **83 orang** dan melukai puluhan lainnya. Besarnya skala korban jiwa dan kerusakan properti telah memaksa ICAC untuk mengambil langkah intervensi yang tidak biasa, yaitu meluncurkan penyelidikan penuh terhadap potensi adanya **unsur korupsi** yang terkait dengan **proyek renovasi besar** di gedung tersebut.

### Pembentukan Satuan Tugas Khusus ICAC

Penyelidikan yang diluncurkan oleh ICAC datang hanya beberapa jam setelah Kepolisian Hong Kong mengumumkan penangkapan tiga pria yang dicurigai melakukan **kelalaian** karena meninggalkan kemasan busa di lokasi kebakaran. Namun, fokus ICAC tidak berhenti pada kelalaian operasional sesaat. Sebaliknya, komisi antikorupsi ini memutuskan untuk membentuk **satuan tugas (task force)** khusus.

Keputusan ICAC untuk turun tangan menggarisbawahi **besarnya kepentingan publik** yang terlibat dalam insiden ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, Komisi Independen Anti Korupsi menegaskan bahwa satuan tugas ini dibentuk untuk melakukan **penyelidikan penuh** terhadap kemungkinan adanya tindakan korupsi yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengawasan proyek renovasi di Wang Fuk Court. Penyelidikan ini kemungkinan akan mencakup proses tender, kualitas material yang digunakan, serta kepatuhan kontraktor dan pihak terkait lainnya terhadap standar keamanan dan antikorupsi selama proyek berlangsung. Dugaan adanya penyelewengan dana atau suap dalam pemilihan bahan yang mudah terbakar atau pengabaian prosedur keselamatan menjadi titik fokus utama ICAC.

### Kronologi dan Detail Bencana

Bencana ini berlangsung selama lebih dari 24 jam, dan baru pada pagi hari **Jumat (28/11)**, pihak berwenang dapat mengumumkan bahwa api telah berhasil dipadamkan di empat dari hampir **2.000 unit** kompleks apartemen yang sangat luas tersebut.

Dampak kemanusiaan dari kebakaran ini sangat mengerikan. Selain 83 korban jiwa yang dikonfirmasi, dilaporkan sedikitnya **76 orang terluka**, termasuk **11 petugas pemadam kebakaran** yang mempertaruhkan nyawa mereka dalam upaya penyelamatan. Selain itu, pada saat berita ini dirilis, masih ada sejumlah orang yang dilaporkan **hilang**, meskipun pihak berwenang belum memberikan pembaruan resmi mengenai jumlah pasti yang hilang sejak pagi hari Kamis.

Salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari kesaksian warga adalah **ketiadaan alarm kebakaran**. Warga Wang Fuk Court melaporkan bahwa mereka **tidak mendengar alarm kebakaran** berbunyi. Ini memaksa mereka untuk melakukan tindakan penyelamatan mandiri, berkeliling dari pintu ke pintu untuk **memberi tahu tetangga** mereka mengenai situasi bahaya tersebut. Kegagalan sistem peringatan dini ini menjadi poin penting dalam penyelidikan yang lebih luas mengenai kelayakan keselamatan bangunan.

### Fokus Penyelidikan Otoritas Lain

Sementara ICAC berfokus pada potensi korupsi dalam renovasi, pihak berwenang lain, termasuk polisi dan dinas pemadam kebakaran, sedang menyelidiki **pemicu spesifik** kebakaran. Salah satu elemen yang menjadi perhatian besar adalah keberadaan **perancah bambu** yang dilapisi **jaring plastik** yang melilit struktur bangunan sebagai bagian dari renovasi yang sedang berjalan. Material-material ini, terutama plastik dan mungkin lapisan busa yang disebutkan dalam penangkapan awal, dicurigai telah berfungsi sebagai bahan bakar yang mempercepat penyebaran api ke seluruh fasad bangunan.

Kebakaran ini telah dicatat sebagai **bencana terburuk** di Hong Kong sejak tahun **1948**, ketika ledakan dahsyat diikuti oleh kebakaran yang menewaskan 135 orang. Perbandingan tragis ini menempatkan insiden Wang Fuk Court pada posisi yang sangat mendesak dalam agenda keselamatan dan penegakan hukum di wilayah tersebut, menjamin bahwa penyelidikan, baik yang berfokus pada kelalaian kriminal, kegagalan konstruksi, maupun potensi korupsi, akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Langkah ICAC untuk menyelidiki renovasi ini mengirimkan pesan kuat bahwa **integritas** dalam proyek publik, terutama yang berkaitan dengan keselamatan warga, tidak dapat dikompromikan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *