Nasional
Jateng Jadi Tonggak Baru Penyelenggaraan MTQ Nasional 2026, Hadirkan Majelis Kode Etik dan Cabang Disabilitas
Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pihak berwenang terus mematangkan persiapan acara besar keagamaan. Pemerintah daerah akan menghelat kompetisi Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional pada bulan September mendatang. Panitia pelaksana memastikan acara agung ini membawa sejumlah terobosan baru yang sangat inovatif. Bahkan, inovasi ini belum pernah muncul sepanjang sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional tahun sebelumnya.
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Muhammad Hanafi, memberikan penjelasan mengenai momentum berharga ini. Wilayah provinsi ini kembali mendapat kepercayaan penuh menjadi tuan rumah acara bergengsi tahunan. Oleh karena itu, Jawa Tengah menanti giliran emas penyelenggaraan MTQ Nasional ini sejak lama. Kegiatan keagamaan tingkat nasional ini pasti menjadi tonggak peningkatan kualitas tata kompetisi publik.
Peningkatan Mutu Kompetisi Tilawatil Qur’an Melalui Inovasi Majelis Kode Etik Hakim
“Kami akan memanfaatkan acara wilayah Jawa Tengah ini untuk meningkatkan kualitas sistem perhakiman,” ujar Muchlis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan panitia pusat segera meluncurkan instrumen Majelis Kode Etik Hakim. Kementerian Agama Republik Indonesia membentuk lembaga baru itu sebagai instrumen pengawasan internal penilai. Instrumen baru ini berpotensi memperkuat integritas serta profesionalisme tim dewan selama perlombaan berlangsung. Kualitas penilaian para pakar agama pada kompetisi bergengsi ini makin meningkat sangat tajam.
Cabang Khusus Penyandang Disabilitas Tuli Mewarnai Gelaran Acara MTQ Tahun Ini
Selain itu, panitia pelaksana juga mencatat sejarah baru dengan membuka cabang eksibisi khusus. Mereka menyelenggarakan perlombaan Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara secara sangat meriah nantinya. Pemerintah meluncurkan cabang ini setelah menerbitkan buku Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat kelompok umat. Oleh sebab itu, inovasi ini membuka ruang partisipasi luas bagi para penyandang tuli. Mereka akhirnya bisa berpartisipasi aktif melakukan aktivitas syiar agama melalui cara sangat indah.
“Pemerintah mengeksibisikan cabang baru bagi umat tuli muslim ini pada kompetisi Jawa Tengah,” beber Muchlis.
Panitia pelaksana akan menggelar acara seminar keilmuan Islam bertaraf internasional pada bulan depan. Acara diskusi edukatif ini melibatkan para pakar bacaan Al-Qur’an dan ilmuwan berbagai negara. Kemudian, program seminar edukatif ini menindaklanjuti arahan langsung dari Bapak Menteri Agama Republik. Beliau menghendaki acara kompetisi agama ini menjadi ruang pengembangan ilmu Islam tingkat dunia.
Persiapan Lapangan Simpang Lima Menyambut Acara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut memberikan keterangan rinci mengenai teknis lapangan. Ia memfokuskan pertemuan rapat koordinasi pada tahapan pemantapan detail persiapan menjelang jadwal pelaksanaan. Panitia pelaksana menjadikan Lapangan Simpang Lima Semarang sebagai lokasi utama pelaksanaan upacara pembukaan. Pemerintah Kota Semarang juga sedang mengerjakan proyek revitalisasi tata ruang kawasan secara cermat.
Oleh karena itu, panitia menargetkan penataan arena acara bermula pada pertengahan bulan Agustus. Mereka segera menata kawasan kota sesudah masyarakat menyelesaikan rangkaian perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kualitas Pelayanan Tamu Jadi Prioritas Penyelenggara Kompetisi Agama Nasional
Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan komitmen jajaran panitia. Ia mengukur kesuksesan acara bukan hanya melalui kelancaran kegiatan maupun prestasi para peserta. Namun, ia sangat mengutamakan tingkat kualitas pelayanan panitia kepada seluruh kafilah tamu undangan.
“Kesuksesan pelaksanaan acara sungguh tidak afdal kalau panitia tidak menonjolkan sikap keramahan melayani,” ujarnya.
“Selain mencari kebanggaan kemenangan, kita juga mencari persahabatan antarpemerintah daerah yang saling mendukung,” tambahnya.
Panitia menjadwalkan rangkaian kegiatan pembuka melalui acara Malam Ta’aruf pada hari awal September. Selanjutnya, mereka menyelenggarakan sesi Pawai Ta’aruf dan malam upacara pembukaan pada hari sama. Panitia pelaksana akan menggelar upacara penutupan ajang kompetisi megah ini pada lokasi serupa. Mereka juga menyiapkan festival musik rebana beserta perlombaan kaligrafi untuk memeriahkan panggung acara. Panitia pelaksana menargetkan kegiatan pendukung memikat ratusan ribu audiens secara langsung maupun daring.