Lifestyle

Kenali 5 Penyebab Munculnya Lemak Mata dan Cara Mencegahnya

Published

on

Semarang (usmnews) – Pernahkah Anda bercermin dan menyadari adanya selaput tipis atau benjolan kecil berwarna kekuningan di bagian putih mata? Banyak orang awam menyebut kondisi ini sebagai “lemak mata”. Meskipun sebagian besar tidak bersifat kanker, kemunculannya sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu penampilan, hingga memicu kekhawatiran akan kesehatan penglihatan.

Tampilan menyerupai lemak ini sebenarnya bisa menandakan berbagai kondisi medis yang berbeda. Umumnya, paparan lingkungan yang ekstrem dan gaya hidup menjadi pemicu utamanya. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima kondisi yang sering menjadi dalang di balik munculnya lemak mata.

1. Pterygium (Selaput Mata)

Pterygium merupakan pertumbuhan jaringan lunak berwarna merah muda atau putih yang biasanya bermula dari sudut mata. Jika kita biarkan, jaringan ini dapat merambat hingga menutupi kornea dan mengganggu penglihatan secara permanen. Para ahli sering menyebutnya sebagai “mata peselancar” karena kondisi ini sangat erat kaitannya dengan paparan sinar matahari yang intens.

Angin kencang, debu, dan cuaca yang sangat kering menjadi pemicu utama iritasi kronis pada permukaan mata. Selain faktor lingkungan, orang berusia di atas 60 tahun, penderita kekurangan vitamin A, serta individu yang terinfeksi virus HPV memiliki risiko lebih tinggi mengalami pertumbuhan jaringan ini.

2. Pinguecula

Jika Anda menemukan benjolan kecil berwarna kekuningan namun hanya menetap di bagian putih mata tanpa merambat ke kornea, kemungkinan besar itu adalah Pinguecula. Berbeda dengan Pterygium, Pinguecula murni merupakan deposit protein, lemak, atau kalsium.

Penyebab utamanya adalah radiasi sinar ultraviolet (UV) yang merusak jaringan konjungtiva. Selain sinar matahari, iritasi akibat penggunaan lensa kontak yang tidak steril serta kondisi mata kering yang berkepanjangan dapat mempercepat pembentukan benjolan ini. Lansia biasanya paling sering mengalami kondisi ini karena akumulasi kerusakan jaringan selama bertahun-tahun.

3. Xanthelasma

Berbeda dari dua poin sebelumnya yang menyerang bola mata, Xanthelasma muncul pada kulit di sekitar kelopak mata. Kondisi ini tampak seperti plak atau gumpalan berwarna kuning yang tegas. Secara medis, ini adalah deposit kolesterol yang menumpuk di bawah permukaan kulit.

Kemunculan Xanthelasma sering kali menjadi “sinyal peringatan” dari tubuh bahwa kadar lemak dalam darah Anda sedang tidak stabil. Faktor risikonya meliputi obesitas, kebiasaan merokok, dan diabetes. Menariknya, wanita secara statistik lebih rentan mengalami kondisi ini dibandingkan pria.

4. Kalazion

Kalazion sering kali orang salah artikan sebagai bintitan biasa. Padahal, kalazion terjadi karena adanya penyumbatan pada kelenjar meibom atau kelenjar minyak di tepi kelopak mata. Ketika kelenjar ini tersumbat, minyak akan terperangkap di dalamnya dan membentuk benjolan keras yang tampak seperti butiran lemak. Meskipun jarang menimbulkan rasa nyeri yang hebat, kalazion yang membesar dapat menekan bola mata dan mengaburkan penglihatan.

5. Blefaritis

Kondisi terakhir adalah Blefaritis, yaitu peradangan pada tepi kelopak mata. Peradangan ini membuat mata tampak berminyak, merah, dan terkadang menghasilkan kerak yang mirip dengan ketombe di pangkal bulu mata. Pemicunya biasanya adalah pertumbuhan bakteri yang berlebihan atau kelainan fungsi kelenjar minyak. Menjaga kebersihan area wajah secara rutin adalah cara terbaik untuk mencegah kondisi ini semakin parah.

Langkah Pencegahan

Untuk melindungi mata Anda, mulailah membiasakan diri menggunakan kacamata hitam (UV protection) saat beraktivitas di luar ruangan. Pastikan mata tetap lembap jika Anda sering berada di ruangan ber-AC atau lingkungan berdebu. Selain itu, menjaga pola makan rendah lemak dapat membantu mencegah penumpukan kolesterol yang memicu Xanthelasma.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version