Connect with us

Nasional

Penyebab Banjir Di Legian dan Seminyak Bali

Published

on

Bali (usmnews) – Di lansir dari detik.com banjir kembali merendam kawasan Legian dan Seminyak, Bali, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Genangan terparah terjadi di Jalan Dewi Sri, Legian, serta Jalan Kunti, Seminyak. Pemerintah Kabupaten Badung menyebut tingginya debit Sungai Tukad Mati sebagai penyebab utama banjir yang menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas warga maupun wisatawan.

Debit Tukad Mati Meluap Akibat Hujan Ekstrem Di Bali

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, langsung meninjau lokasi banjir untuk memastikan penanganan berjalan cepat. Menurutnya, curah hujan ekstrem meningkatkan debit air Tukad Mati secara drastis. Selain itu, kondisi geografis Legian dan Seminyak yang lebih rendah membuat air sulit mengalir ke hilir. Akibatnya, genangan cepat meluas ke permukiman dan kawasan wisata.

Saat petugas memompa air ke Sungai Tukad Mati, debit sungai yang tinggi justru mendorong air kembali ke daratan. Karena itu, banjir di Legian dan Seminyak sulit surut dalam waktu singkat. Pemerintah daerah kini memberi perhatian serius karena kawasan ini menjadi destinasi wisata unggulan di Bali.

Normalisasi Sungai dan Proyek Drainase Dipercepat

Pemkab Badung akan menormalisasi Sungai Tukad Mati untuk menambah daya tampung air dan memperlancar aliran saat curah hujan tinggi. Selain itu, pemerintah juga mempercepat proyek drainase dengan memasang box culvert berukuran hingga dua meter di sejumlah titik krusial seperti Jalan Dewi Sri IV, Jalan Pandawa, dan Campuhan. Pemasangan saluran baru ini diharapkan mampu mengalirkan air lebih cepat ke sungai utama sehingga genangan tidak lagi bertahan lama di kawasan permukiman dan pusat wisata. Dengan langkah tersebut, pemerintah berupaya menekan risiko banjir di Legian dan Seminyak pada musim hujan berikutnya sekaligus memperkuat sistem pengendalian banjir secara menyeluruh.

Sementara itu, tim gabungan BPBD bersama aparat kecamatan bergerak cepat mengevakuasi warga dan wisatawan yang sempat terjebak genangan. Petugas membantu proses penyelamatan di sejumlah vila dan penginapan agar para tamu dapat berpindah ke lokasi yang lebih aman. Selain melakukan evakuasi, tim juga memantau ketinggian air dan memastikan tidak ada warga yang membutuhkan bantuan medis darurat. Berkat koordinasi yang sigap, situasi berangsur terkendali dan air mulai surut secara bertahap. Kini kondisi vila serta penginapan kembali normal, aktivitas masyarakat pun perlahan pulih. Pemerintah memastikan seluruh upaya penanganan banjir terus berjalan optimal demi menjaga keselamatan warga, kenyamanan wisatawan, serta stabilitas sektor pariwisata Bali.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *