Lifestyle

Pentingnya Menjaga Hidrasi Tubuh di Tengah Padatnya Aktivitas

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Di era modern yang menuntut mobilitas dan produktivitas tinggi, banyak orang sering kali mengabaikan kebutuhan dasar tubuhnya, salah satunya adalah pemenuhan asupan cairan. Kepadatan jadwal, tumpukan pekerjaan, atau sekadar terlalu asyik dengan suatu aktivitas sering menjadi alasan utama mengapa seseorang menunda untuk meminum air. Meski terdengar sebagai kebiasaan kecil yang sepele, kurangnya kesadaran untuk rutin minum air dapat membawa dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan dan kinerja tubuh kita secara menyeluruh. Oleh karena itu, memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik setiap harinya adalah sebuah keharusan mutlak untuk menjaga kelancaran metabolisme dan mengoptimalkan fungsi kognitif, termasuk daya konsentrasi. Sering kali, masyarakat umum memiliki pandangan yang keliru mengenai kapan waktu yang tepat untuk meminum air. Menurut Joshua Gunawan, selaku Head of RTD Beverage WINGS Food, mayoritas orang masih mengandalkan rasa haus sebagai satu-satunya indikator bahwa tubuh sedang membutuhkan asupan cairan. Kenyataannya, rasa haus bukanlah sinyal awal, melainkan alarm peringatan bahwa tubuh sudah berada dalam fase dehidrasi tingkat sedang.

Joshua memaparkan hal ini dalam acara Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA. Ia menekankan bahwa tubuh sebetulnya telah memancarkan berbagai sinyal tersembunyi jauh sebelum tenggorokan terasa kering. Membiarkan kebiasaan menunda minum karena merasa “belum haus” atau sering menyepelekan dengan berkata “nanti saja” di tengah ritme hidup yang serba cepat justru akan menjerumuskan kita pada kondisi dehidrasi ringan yang berjalan tanpa kita sadari. Fenomena kurangnya asupan cairan ini ternyata didukung oleh fakta medis di lapangan. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK, menyoroti bahwa dehidrasi merupakan isu kesehatan yang sangat lazim ditemukan, bahkan pada individu dewasa yang sehari-harinya terlihat bugar dan aktif. Berdasarkan berbagai literatur dan penelitian, tercatat sekitar 41 persen orang dewasa—baik pria maupun wanita—mengalami kondisi kekurangan cairan yang utamanya dipicu oleh kealpaan atau lupa untuk minum.

Data ini sekaligus mematahkan mitos yang menganggap bahwa dehidrasi hanya mengintai mereka yang melakukan aktivitas fisik berat, berolahraga ekstrem, atau bekerja di bawah terik matahari. Nyatanya, rutinitas harian yang ringan pun sangat berisiko memicu dehidrasi jika asupan air putih tidak dijaga secara disiplin. Lebih mendalam lagi, dr. Cut menjelaskan bahwa kewajiban memenuhi cairan tubuh tidak boleh kendor, meskipun kita hanya menghabiskan waktu di dalam ruangan atau tidak melakukan aktivitas yang memicu keluarnya keringat. Kinerja tubuh dan otak manusia sangat bergantung pada ketersediaan air. Air memegang kendali atas hampir semua sistem operasional di dalam tubuh kita. Jika tubuh kekurangan air, seluruh sistem krusial ini akan mengalami penurunan performa secara drastis.

Sebagai solusi untuk mencegah masalah kekurangan cairan yang kerap datang tanpa diundang ini, ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan dalam rutinitas sehari-hari, antara lain:
Sediakan Air di Dekat Anda:Biasakan untuk selalu menaruh segelas atau sebotol air minum di atas meja kerja. Bawa Botol Pribadi, gunakan Pengingat. Dengan kedisiplinan dan langkah sederhana ini, kita dapat memastikan tubuh selalu terhidrasi, sehat, dan senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan kesibukan setiap harinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version