Nasional
Pengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru Bertambah Jadi 1.156 Orang
Jakarta, (USMNEWS),- Dikutip dari CNN Indonesia,Erupsi Gunung Semeru: 1.156 Jiwa Mengungsi, Dua Korban Luka Bakar DilaporkanErupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah menyebabkan sebanyak 1.156 jiwa terpaksa mengungsi hingga Rabu (19/11) malam WIB. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, membenarkan data sementara tersebut, menyatakan bahwa ribuan warga terdampak telah dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.
Total pengungsi tersebar di tujuh lokasi utama. Titik pengungsian terbesar berada di Masjid Ar-Rahmah, Desa Oro-Oro Ombo, yang menampung sekitar 500 jiwa. Balai Desa Oro-Oro Ombo juga menampung sekitar 200 warga, termasuk kelompok rentan seperti 30 balita, 1 ibu hamil, dan 2 pengungsi dengan penyakit kronis (stroke). Lokasi pengungsian lain yang menampung warga adalah SDN 04 Supiturang, SDN 02 Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, dan rumah Kepala Desa Sumbermujur.
Erupsi Semeru terjadi pada Kamis (19/11) sore, berlangsung dari pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB. Erupsi ini menghasilkan luncuran awan panas sejauh lebih dari 13 km yang bergerak menuju Tenggara Selatan, melewati Besuk Kobokan.Selain pengungsi, dua warga dilaporkan mengalami luka bakar saat melintas di sekitar Gladak Perak. Korban diidentifikasi sebagai Haryono (48) dan Normawati (43), warga Kediri, yang kini menjalani perawatan intensif di RSUD Haryoto.
Saat ini, Tingkat Aktivitas Gunung Semeru ditetapkan pada Level IV atau Awas. Menyusul status ini, jalur pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo telah ditutup total. BPBD Provinsi Jawa Timur telah memberangkatkan unit BPBD ONE beserta bantuan logistik untuk mempercepat penanganan darurat.