Nasional
Penemuan Bangkai Kapal KM Putri Sakinah di Labuan Bajo: Tim Gabungan Temukan Satu Korban Jiwa

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNIndonesia.com Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di perairan Labuan Bajo akhirnya membuahkan hasil signifikan pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru, bangkai kapal KM Putri Sakinah, yang dilaporkan mengalami insiden tenggelam di kawasan perairan Pulau Komodo pada akhir tahun lalu, tepatnya pada 26 Desember, kini telah berhasil dideteksi koordinatnya dan ditemukan oleh tim gabungan.
Penemuan ini menjadi titik terang dalam operasi pencarian yang telah berlangsung selama lebih dari satu pekan. Tim yang terlibat terdiri dari berbagai unsur kekuatan, termasuk Basarnas, Polairud, TNI AL (Lanal), serta instansi terkait lainnya yang bahu-membahu menyisir dasar laut menggunakan peralatan deteksi bawah air. Dokumentasi foto dari lokasi menunjukkan kondisi kapal yang sudah berada di dasar laut, menandai berakhirnya ketidakpastian mengenai posisi fisik armada tersebut.

Penemuan Korban Meninggal Dunia
Namun, kabar penemuan ini juga membawa duka mendalam. Di lokasi yang sama dengan ditemukannya bangkai kapal KM Putri Sakinah, tim penyelam dan pencari juga menemukan satu jasad korban yang dikonfirmasi telah meninggal dunia. Jenazah tersebut ditemukan di sekitar atau di dalam struktur bangkai kapal yang karam. Penemuan korban ini menambah catatan tragis dari kecelakaan laut yang terjadi di salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia tersebut.
Segera setelah ditemukan, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi jasad korban dengan prosedur protokol keselamatan dan identifikasi yang ketat. Fokus tim saat ini adalah memastikan apakah masih ada korban lain yang terjebak atau berada di sekitar area tersebut, mengingat manifes kapal dan jumlah penumpang yang dilaporkan saat insiden terjadi masih terus dalam tahap pencocokan data lapangan.
Kilas Balik Insiden dan Tantangan Evakuasi
KM Putri Sakinah dilaporkan hilang kontak dan tenggelam pada 26 Desember di tengah kondisi cuaca yang menantang di perairan Pulau Komodo. Lokasi ini memang dikenal memiliki arus bawah laut yang cukup kuat, yang menjadi salah satu kendala utama bagi tim pencari selama berhari-hari. Penemuan bangkai kapal pada kedalaman tertentu memerlukan ketelitian teknis dan peralatan mumpuni agar tidak membahayakan keselamatan para penyelam tim SAR.
Selain pencarian korban, tim investigasi dari pihak berwenang juga mulai mengumpulkan data mengenai penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut. Apakah faktor cuaca ekstrem, kelebihan muatan, atau kegagalan teknis mesin yang menjadi pemicu utama, semuanya masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Penemuan fisik kapal ini diharapkan dapat memberikan bukti-bukti material yang diperlukan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.

Operasi SAR di Labuan Bajo ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya standar keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata yang memiliki karakteristik perairan yang unik. Pemerintah setempat dan otoritas pelabuhan terus diimbau untuk memperketat pengawasan terhadap kelayakan armada laut demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Saat ini, tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan pemantauan dan proses lanjutan terkait bangkai kapal tersebut.







