Business

Pemerintah Siapkan Diskon Mudik dan Bansos Jelang Lebaran 2026

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari IDX Channel Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa tim ekonomi telah menyusun strategi matang guna menjaga daya beli masyarakat. Fokus utama strategi tersebut meliputi pengendalian tarif transportasi dan percepatan penyaluran bantuan sosial.

Airlangga menegaskan tujuan langkah ini adalah agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang. Pemerintah ingin mencegah lonjakan harga yang berlebihan membebani rakyat. Saat ini, kementerian terkait sedang fokus menjaga kelancaran arus logistik serta menjamin ketersediaan stok pangan di pasaran agar tetap aman.

Pemerintah Terapkan Diskon Transportasi

Pemerintah memahami bahwa biaya perjalanan mudik sering kali menguras kantong masyarakat menjelang Lebaran. Oleh karena itu, pemerintah berencana memberikan diskon tarif transportasi. Operator jalan tol akan memberlakukan kebijakan ini untuk mengurai kemacetan di ruas-ruas padat. Selain itu, pemerintah juga menjajaki penerapan diskon serupa pada moda transportasi umum lainnya.

Airlangga berharap kebijakan ini mampu menekan angka inflasi dari sektor transportasi. Biaya perjalanan yang lebih murah akan menyisakan anggaran lebih bagi masyarakat. Mereka dapat menggunakan sisa dana tersebut untuk belanja kebutuhan lain di kampung halaman. Hal ini tentu akan menggerakkan roda ekonomi daerah tujuan mudik secara positif.

Bulog Segera Percepat Penyaluran Bansos

Pemerintah juga menaruh perhatian khusus pada harga beras selain masalah transportasi. Sebagai tindakan antisipasi, Presiden telah menginstruksikan percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras. Perum Bulog menyatakan kesiapannya mendistribusikan beras 10 kilogram kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah ini sangat penting untuk mengamankan stok pangan di tingkat rumah tangga miskin.

Pemerintah menggunakan strategi “banjir stok” ini untuk menahan laju kenaikan harga beras di pasar. Permintaan pasar reguler akan lebih terkendali jika bantuan telah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah. Kondisi ini otomatis akan membuat harga beras di pasaran tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat umum.

TPID Gencarkan Pemantauan Harga Pangan

Pemerintah pusat turut mengajak pemerintah daerah dalam mengawasi harga bahan pangan strategis lain seperti daging, telur, dan cabai. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan menggencarkan operasi pasar murah di berbagai lokasi vital. Petugas lapangan akan memastikan pedagang tidak menaikkan harga secara tidak wajar memanfaatkan momen Lebaran.

Pemerintah meyakini bahwa perpaduan diskon transportasi dan bantuan pangan akan sukses menjaga target inflasi 2026. Stabilitas harga menjadi kunci penting bagi pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan terus tumbuh positif di tengah momen perayaan besar keagamaan ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version