Business
Peluang Cuan di Awal Tahun: Hari Ini Batas Terakhir Berburu Dividen Interim CDIA Rp134 per Saham

Semarang (usmnews) – Dikutip dari bisnis.com, Bagi para investor pemburu dividen (dividend hunter), hari Jumat, 9 Januari 2026, menjadi momentum krusial yang tidak boleh dilewatkan. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CDIA) atau yang lebih dikenal dengan brand Cimory, secara resmi menetapkan hari ini sebagai tanggal Cum Dividend untuk pembagian dividen interim tahun buku 2025.
Perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi ini siap membagikan keuntungan kepada para pemegang sahamnya dengan nilai yang cukup menggiurkan, yakni Rp134 per lembar saham.

Mengapa Hari Ini Sangat Penting?
Dalam kalender bursa, istilah Cum Dividend (Cumulative Dividend) merujuk pada hari terakhir perdagangan saham di mana pembeli saham tersebut masih berhak menerima dividen yang telah diumumkan. Artinya, jika Anda membeli saham CDIA pada penutupan pasar hari ini, nama Anda akan tercatat dalam daftar penerima distribusi laba tersebut.
Sebaliknya, jika Anda baru melakukan pembelian pada hari bursa berikutnya (Senin, 12 Januari 2026), yang dikenal sebagai Ex-Dividend, Anda tidak lagi memiliki hak atas dividen interim periode ini meskipun Anda memegang sahamnya.
Rincian Jadwal dan Pembayaran
Keputusan pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap kepercayaan investor atas kinerja positif CDIA sepanjang tahun 2025. Berikut adalah estimasi jadwal lengkap yang perlu diperhatikan oleh para pemodal:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 9 Januari 2026.
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 12 Januari 2026.
- Recording Date (Daftar Pemegang Saham yang Berhak): 13 Januari 2026.
- Pelaksanaan Pembayaran Dividen: Biasanya dilakukan maksimal 30 hari setelah Recording Date.
Analisis Nilai Dividen
Angka Rp134 per saham menunjukkan komitmen kuat dari manajemen Cimory untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang sahamnya di tengah dinamika pasar produk susu dan makanan olahan yang kompetitif.

Investor perlu mencermati bahwa pemberian dividen interim ini didasarkan pada performa laba bersih perusahaan yang solid. Dividen interim sendiri adalah dividen sementara yang dibayarkan sebelum laba tahunan perusahaan ditetapkan secara final dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Bagi investor ritel maupun institusi, aksi korporasi ini sering kali memicu peningkatan volume perdagangan pada hari cum date. Namun, penting untuk tetap waspada terhadap potensi “Dividend Trap”, di mana harga saham cenderung mengalami penurunan pada saat ex-date sebesar atau mendekati nilai dividen yang dibagikan. Oleh karena itu, strategi investasi yang matang dan analisis fundamental tetap menjadi kunci utama.







