Sports
Pelatih Mesir Ngamuk Tuding Tim Tango Menang Curang
Semarang (usmnews) – Tim nasional sepakbola Mesir menelan kekalahan menyakitkan saat melawan tim Amerika Selatan. Skuad The Pharaohs akhirnya menyerah kalah dengan skor tipis tiga berbanding dua. Pertandingan babak enam belas besar tersebut berlangsung sangat dramatis pada stadion Atlanta hari Selasa. Pelatih kepala Mesir Hossam Hassan langsung mengamuk usai wasit meniup peluit panjang akhir laga. Dia secara terbuka melontarkan tudingan sangat keras terhadap Argentina dan Messi seusai laga berakhir. Sang pelatih secara tegas menilai wasit sengaja memihak kubu lawan sepanjang jalannya pertandingan berlangsung. Akibatnya, skuad kebanggaan asal benua Afrika tersebut gagal melaju bebas menuju babak perempat final.
Selanjutnya, Hassan merasa para pengadil lapangan selalu menguntungkan kubu lawan secara sepihak. Dia kembali menyebut nama Argentina dan Messi dalam sesi konferensi pers tersebut. Sang pelatih menyoroti berbagai keputusan wasit sepanjang sembilan puluh menit waktu normal. Padahal, tim nasional Mesir sempat unggul dua gol pada awal babak kedua. Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico sukses mencetak gol indah ke gawang musuh. Namun, Cristian Romero serta Lionel Messi sukses menyamakan kedudukan skor secara cepat. Pada akhirnya, gelandang Enzo Fernandez mencetak gol penentu kemenangan pada ujung waktu pertandingan.
Tudingan Hassan Terhadap Albiceleste dan Messi
Sementara itu, Hassan merinci beberapa insiden yang memberi kerugian besar bagi timnya. Dia menyoroti momen proses gol Enzo Fernandez pada masa tambahan waktu babak kedua. Sebelum gol krusial itu terjadi, penyerang Mohamed Salah jatuh berguling dalam area kotak penalti. Namun, wasit utama sama sekali tidak meniup peluit tanda pelanggaran dari tim lawan. Lebih lanjut, gelandang Alexis Mac Allister juga menjegal pemain Mesir beberapa waktu sebelumnya. Momen penting tersebut muncul saat para pemain Mesir melancarkan serangan balik sangat cepat. Oleh karena itu, Hassan menganggap ofisial pertandingan sengaja menyimpan niat buruk terhadap timnya.
Faktor Eksternal Menguntungkan Skuad Argentina
Bahkan, pelatih kepala penuh pengalaman ini mengeluarkan pernyataan yang sangat begitu tajam sekali. Dia sangat merasa pihak penyelenggara memiliki agenda khusus untuk melindungi sang juara bertahan.
“Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan, lebih baik dalam segala macam hal. Namun, faktor internal lapangan dan eksternal luar lapangan turut menentukan hasil akhir pertandingan,” kata Hassan.
Menurut sang pelatih, ada keinginan besar dari penyelenggara untuk mempertahankan pamor sang bintang.
“Mungkin mereka menginginkan sang juara dunia tetap bertahan lama dalam gelaran kompetisi ini. Mungkin mereka hanya ingin sang kapten timnas terus bersaing merebut trofi emas,” tambahnya kemudian.
Kekecewaan Mendalam Mesir Atas Kemenangan Tim Tango
Selain itu, Hassan juga menyinggung masalah tekanan berat dari berbagai pihak luar sana. Dia sangat menduga kubu lawan berani melakukan intervensi langsung terhadap keputusan komite wasit.
“Juara dunia itu jelas mendapat dukungan penuh pada semua tingkatan level kompetisi dunia. Tampaknya pihak mereka sengaja memberi tekanan tinggi terkait hasil akhir pertandingan ini,” sindirnya tajam.
Kekalahan pahit ini membuat langkah wakil Afrika resmi berhenti pada putaran babak gugur. Sebaliknya, skuad Albiceleste melangkah sangat mulus menuju babak delapan besar turnamen internasional tersebut. Kejadian kontroversial ini pasti akan terus memancing perdebatan hangat antara para penggemar sepakbola.