Entertainment
Pasca-Perceraian dengan Atalia: Ridwan Kamil Tegaskan Komitmen Pengasuhan Anak dan Penyelesaian Harta Bersama secara Damai
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Detik.com Berita mengejutkan datang dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang secara resmi telah mengakhiri ikatan pernikahannya dengan Atalia Praratya. Perceraian yang menyita perhatian publik ini akhirnya ditanggapi secara terbuka oleh Ridwan Kamil melalui sebuah pernyataan resmi pada Rabu, 7 Januari 2026. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan bahwa perpisahan tersebut dilakukan atas dasar kesepakatan bersama, tanpa adanya konflik terbuka yang meledak ke publik, tekanan dari pihak mana pun, ataupun campur tangan orang ketiga.
Dalam pernyataannya yang penuh refleksi, Ridwan Kamil mengakui bahwa perjalanan rumah tangga yang mereka bina selama hampir 29 tahun tidak lepas dari kekurangan. Ia secara rendah hati mengungkapkan adanya kekhilafan serta keterbatasan pribadi yang menyebabkan timbulnya berbagai ketidaksepahaman dalam banyak aspek kehidupan selama ini. Oleh karena itu, Ridwan Kamil menegaskan bahwa ia menghormati sepenuhnya keputusan yang diambil oleh Atalia Praratya. Baginya, langkah yang diambil Atalia adalah bagian dari hak asasi setiap individu untuk memperjuangkan kebahagiaan pribadi dan ketenangan hidup di masa mendatang.
Meskipun status hubungan sebagai suami dan istri telah berakhir, Ridwan Kamil memastikan bahwa hubungan komunikasi di antara mereka akan tetap terjaga dengan landasan saling menghormati. Fokus utama dari kedua belah pihak saat ini adalah memastikan tanggung jawab terhadap anak-anak tetap terpenuhi secara maksimal. Ridwan Kamil dan Atalia telah bersepakat untuk menerapkan pola asuh bersama (joint parenting), di mana masa depan serta kepentingan anak-anak diletakkan sebagai prioritas tertinggi di atas segala ego pribadi pasca-perpisahan.
Mengenai aspek administratif dan legal terkait harta bersama atau gono-gini, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan dengan sangat baik dan kekeluargaan sejak jauh-jauh hari. Kesepakatan mengenai aset tersebut dilakukan secara matang sehingga tidak menjadi sengketa di kemudian hari. Hal ini menunjukkan kedewasaan kedua belah pihak dalam mengelola konsekuensi dari perceraian mereka.
Menutup keterangannya, Ridwan Kamil memohon doa dari masyarakat luas agar dirinya, Atalia, dan seluruh anggota keluarga diberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta ketenangan batin dalam menghadapi babak baru kehidupan masing-masing. Ia berharap proses transisi ini dapat dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab serta tetap menjunjung tinggi martabat keluarga. Perpisahan ini menjadi akhir dari sebuah perjalanan panjang bagi pasangan yang selama ini dikenal sangat harmonis di mata publik, namun keduanya berkomitmen untuk tetap menjadi figur orang tua yang solid bagi anak-anak mereka.