Business

Pasar Kripto Memerah: Bitcoin Tergelincir ke Level 86.000 Dollar AS, Altcoin Ikut Terpuruk

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari KOMPAS.com, Pasar aset kripto global sedang mengalami tekanan signifikan, ditandai dengan koreksi harga yang melanda hampir seluruh aset berkapitalisasi besar, terutama sang pemimpin pasar, Bitcoin (BTC).

Berdasarkan laporan terbaru pada perdagangan hari Kamis, 18 Desember 2025, harga Bitcoin gagal mempertahankan momentumnya dan tergelincir ke level 86.076,87 dollar AS (sekitar Rp 1,3 miliar).

Data dari CoinMarketCap mencatat penurunan sebesar 1,71 persen dalam 24 jam terakhir, di mana Bitcoin sempat bergerak fluktuatif dalam rentang 85.316 dollar AS hingga level tertinggi harian di 90.264 dollar AS. Penurunan ini semakin mempertegas tren bearish jangka pendek, mengingat dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 5,6 persen.

Kelemahan pada Bitcoin yang saat ini memiliki dominasi pasar sebesar 59,04 persen dengan kapitalisasi pasar 1,71 triliun dollar AS secara langsung memicu efek domino terhadap pasar altcoin. Ethereum (ETH), sebagai aset kripto terbesar kedua, mengalami penurunan yang lebih tajam sebesar 4,31 persen, membawa harganya turun ke level 2.827 dollar AS.

Nasib serupa dialami oleh Binance Coin (BNB) yang melemah 2,98 persen ke posisi 844 dollar AS, serta XRP yang turun 3,10 persen menjadi 1,86 dollar AS. Koreksi massal ini menunjukkan bahwa sentimen negatif sedang menyelimuti pasar secara luas, membuat para investor cenderung menahan diri atau melakukan aksi jual (sell-off).

Sektor altcoin lainnya juga tidak luput dari tekanan jual yang masif. Solana (SOL), salah satu pesaing utama Ethereum, merosot 4,09 persen menjadi 123,52 dollar AS, sementara Cardano (ADA) terkoreksi lebih dalam sebesar 4,75 persen. Aset kripto berbasis meme yang populer, Dogecoin (DOGE), juga mencatatkan penurunan sebesar 4,10 persen.

Penurunan paling drastis dalam jajaran aset kripto utama dialami oleh LEO Token yang anjlok hingga 18,45 persen, serta Hyperliquid (HYPE) yang turun lebih dari 8 persen. Satu-satunya anomali positif di tengah lautan merah ini adalah Bitcoin Cash (BCH), yang justru berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,74 persen.

Secara keseluruhan, tren pasar saat ini mencerminkan fase konsolidasi dan koreksi yang cukup dalam. Jika dilihat dalam kerangka waktu yang lebih panjang (90 hari terakhir), Bitcoin telah kehilangan nilainya sebesar 26,67 persen.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun volume transaksi harian masih sangat tinggi mencapai 43,61 miliar dollar AS tekanan jual dari investor jangka panjang maupun spekulan jangka pendek masih mendominasi pergerakan harga.

Sementara itu, aset kripto stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) terpantau stabil, yang seringkali menjadi indikasi bahwa investor sedang mengamankan aset mereka ke dalam bentuk dolar digital di tengah ketidakpastian pasar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version