International
Pariwisata kopi dorong revitalisasi pedesaan di Yunnan, China
Kunming (usmnews)- Pekerja di Shuangjiang merawat kebun kopi, pengunjung belajar seduh manual. Nest Coffee menggabungkan pertanian, roasting, dan penginapan hingga meraih 25 juta yuan dan menaikkan penghasilan petani 3.000 yuan.
Yunnan yang menghasilkan 98 persen kopi China menanam lebih dari 1,2 juta mu (80.000 ha) dan memproduksi lebih dari 140.000 ton per tahun. Provinsi ini mengembangkan kopi dari ladang hingga konsumsi serta memadukannya dengan pariwisata.
Kota Pu’er mengintegrasikan kopi dengan wisata melalui perkebunan, jalan tematik, dan festival, menarik jutaan pengunjung. Nanping membangun tujuh perkebunan butik yang menyedot lebih dari 1 juta wisatawan per tahun. Pada libur Imlek, Pu’er menerima 3,25 juta pengunjung dengan belanja wisata 3,44 miliar yuan.
Desa Xinzhai di Baoshan, dikenal sebagai “desa kopi pertama di China,” menggelar festival kopi, lomba seduh, dan forum internasional. Desa ini membangun lima perkebunan butik, menarik 13 perusahaan, dan menerima 200.000 pengunjung tiap tahun.
Teknologi mendukung industri kopi seperti plikasi memantau tanah, drone menyemprot nutrisi, QR code melacak produk, siaran daring memperlihatkan proses pengeringan, dan logistik modern mengirim pesanan semalam ke kota besar.
Kopi Yunnan kini menjadi simbol kebangkitan pedesaan lewat teknologi, inovasi, integrasi budaya, dan wisata kopi.