Connect with us

Lifestyle

Panduan Lengkap Fermentasi Bawang Putih dengan Garam dan Madu untuk Kesehatan Optimal

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Bawang putih telah lama memegang reputasi sebagai “superfood” alami yang kaya akan khasiat penyembuhan. Lazimnya, umbi beraroma tajam ini diolah melalui proses perebusan atau dikonsumsi dalam keadaan mentah. Namun, terdapat metode pengolahan lain yang mampu membuka potensi tersembunyi dari bawang putih, baik dari segi rasa, tekstur, maupun nilai gizinya, yaitu melalui proses fermentasi.

‎Fermentasi bukan sekadar metode pengawetan kuno; ini adalah proses transformasi biokimia. Melalui fermentasi, karakter rasa bawang putih yang menyengat dan pedas diubah menjadi lebih lembut dan kompleks. Lebih penting lagi, proses ini meningkatkan profil nutrisi bawang putih dengan melahirkan probiotik alami yang sangat vital bagi kesehatan sistem pencernaan. Dua media fermentasi yang paling populer dan efektif untuk bawang putih adalah larutan air garam (brine) dan madu murni.

‎Berikut adalah panduan komprehensif untuk kedua metode tersebut.

1. Fermentasi Asin: Metode Lacto-Fermentation dengan Air Garam

‎Metode ini, sebagaimana diulas oleh Times of India dan The Spruce Eats, memanfaatkan prinsip dasar fermentasi lakto. Dengan merendam bawang putih dalam lingkungan air garam (saline), kita menciptakan habitat ideal bagi bakteri baik (seperti Lactobacillus) untuk berkembang biak. Bakteri ini akan memproduksi asam laktat yang berfungsi ganda: melunakkan rasa tajam bawang putih dan meningkatkan khasiat kesehatannya secara signifikan.

‎Persiapan Bahan:

  1. ‎Bawang Putih: Siapkan 5 hingga 8 bonggol bawang putih segar, kupas kulitnya hingga bersih.
  2. Garam Laut: Gunakan sekitar 1 sendok teh garam laut halus. Catatan penting: Pastikan menggunakan garam non-iodinasi, karena yodium dapat menghambat pertumbuhan bakteri baik.
  3. Air: 2 gelas air yang bebas klorin (gunakan air filter atau air kemasan).

‎Proses Pembuatan:

‎Pengisian Wadah: Masukkan siung bawang putih yang telah dikupas ke dalam toples kaca bersih. Pastikan jumlahnya cukup padat namun tidak terlalu penuh.

‎Pembuatan Larutan: Larutkan garam laut ke dalam air hingga tercampur sempurna.

‎Perendaman: Tuangkan larutan garam ke dalam toples hingga seluruh bawang putih terendam sempurna. Sangat penting untuk menyisakan ruang kosong (headspace) di bagian atas toples untuk aktivitas fermentasi.

‎Penyimpanan Awal: Tutup toples, namun jangan terlalu rapat (longgar saja) agar gas awal bisa keluar, dan simpan pada suhu ruang.

‎Pemeliharaan Harian: Setiap hari, buka tutup toples sebentar untuk melepaskan gas karbon dioksida yang terbentuk (“burping”).

‎Observasi: Dalam beberapa hari hingga satu minggu, Anda akan melihat tanda kehidupan berupa gelembung-gelembung kecil dan perubahan warna cairan menjadi keruh atau kecokelatan. Ini tanda fermentasi berhasil.

‎Pematangan: Biarkan proses ini berjalan minimal satu bulan. Untuk rasa yang lebih “dalam” dan lembut, Anda bisa melanjutkannya hingga dua bulan.

‎Penyimpanan Akhir: Setelah periode fermentasi selesai, tutup toples dengan rapat dan pindahkan ke dalam kulkas. Bawang putih fermentasi ini dapat bertahan dan dinikmati hingga dua bulan ke depan.

‎2. Fermentasi Manis-Gurih: Metode Bawang Putih Madu

‎Metode kedua menawarkan profil rasa yang unik, memadukan ketajaman bawang dengan manisnya madu. Melansir dari Very Well Health dan Simply Recipes, kombinasi ini dipercaya menjadi “bom” peningkat imunitas tubuh dan berpotensi meredakan gejala flu, meskipun penelitian medis lebih lanjut masih terus dikembangkan. Keunggulan utamanya adalah kepraktisan; ramuan ini bisa segera dikonsumsi tanpa proses yang terlalu rumit.

‎Persiapan Bahan:

  1. ‎Bawang Putih: 15 hingga 20 siung bawang putih kupas.
  2. Madu: Sekitar 1½ gelas madu mentah (raw honey). Penggunaan madu mentah sangat disarankan karena masih mengandung enzim dan bakteri alami.
  3. Tambahan (Opsional): ½ sendok teh bubuk cabai merah jika Anda menginginkan sedikit sensasi pedas (kick).

‎Proses Pembuatan:

‎Pencampuran: Masukkan seluruh siung bawang putih (dan bubuk cabai jika pakai) ke dalam toples kaca yang bersih dan kering.

‎Pelapisan: Tuangkan madu mentah ke atas bawang putih. Aduk perlahan atau goyangkan toples hingga seluruh permukaan bawang putih terlapisi madu dengan sempurna.

‎Inkubasi: Tutup toples rapat-rapat dan simpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung.

‎Fase Kritis (5 Hari Pertama): Balikkan atau kocok toples setiap hari selama 5 hari pertama. Ini memastikan seluruh bawang putih tetap terlapisi madu dan mencegah pembentukan jamur di permukaan.

‎Pelepasan Gas: Jika Anda melihat gelembung-gelembung kecil mulai muncul (tanda fermentasi aktif), buka tutup toples sebentar setiap hari untuk membuang gas.

‎Pemanenan: Uniknya, fermentasi madu ini sudah bisa dinikmati hanya setelah 5 hari. Bawang putih akan menjadi lebih lunak dan rasa madu akan menjadi lebih cair dan gurih.

‎Penyimpanan Jangka Panjang: Anda bisa menyimpannya di tempat gelap hingga 6 bulan. Namun, untuk menjaga kualitas, setelah 3-4 minggu disarankan untuk memindahkan toples ke dalam kulkas. Madu bawang ini sangat cocok digunakan sebagai bumbu masak atau dikonsumsi langsung.

‎Baik menggunakan media air garam maupun madu, fermentasi adalah jembatan untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih optimal dari bawang putih. Selain memperkaya cita rasa masakan Anda, metode ini secara alami melipatgandakan asupan probiotik yang bertugas menjaga kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh Anda.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *