Connect with us

Lifestyle

Panduan Lengkap: Daya Tahan dan Cara Menyimpan Stok Telur Rebus

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Telur rebus sering kali menjadi “penyelamat” bagi mereka yang memiliki gaya hidup sibuk. Selain harganya yang terjangkau dan proses pengolahannya yang praktis, telur adalah pembangkit tenaga nutrisi. Dalam sebutir telur terkandung sekitar 75 kalori, protein berkualitas tinggi, lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh. Karena kepraktisannya, banyak orang memilih untuk merebus telur dalam jumlah banyak sekaligus (metode meal prep) untuk dijadikan stok makanan selama beberapa hari ke depan. Namun, pertanyaan krusialnya adalah: Berapa lama stok telur rebus ini aman dikonsumsi dan bagaimana cara menjaganya agar tidak cepat basi? Para ahli pangan dan USDA (United States Department of Agriculture) telah memberikan pedoman spesifik mengenai hal ini. Berikut adalah penjelasannya secara mendetail:

1. Durasi Maksimal Penyimpanan

Secara umum, telur rebus memiliki masa simpan yang jauh lebih singkat dibandingkan telur mentah. Menurut USDA, batas aman penyimpanan telur rebus di dalam kulkas adalah satu minggu (7 hari). Penting untuk dipahami bahwa proses perebusan sebenarnya menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula) pada cangkang telur. Hilangnya lapisan ini membuat pori-pori cangkang lebih terbuka, sehingga telur menjadi lebih rentan terhadap infiltrasi bakteri dan kontaminasi udara luar jika dibiarkan dalam suhu ruang terlalu lama. Oleh karena itu, menjaga suhu dingin yang konsisten di dalam kulkas adalah kunci utama.

2. Dilema Mengupas: Kupas Sekarang atau Nanti?

Apakah sebaiknya telur disimpan dengan cangkang atau dikupas terlebih dahulu? Ternyata, keputusan ini memengaruhi kualitas telur. Telur dengan Cangkang (Direkomendasikan): Telur rebus yang disimpan tanpa dikupas umumnya memiliki kualitas kesegaran yang lebih baik. Cangkang berfungsi sebagai “segel” alami yang melindungi telur dari bau makanan lain di dalam kulkas serta kontaminan mikroba. Simpanlah dalam wadah kedap udara untuk hasil terbaik. Telur Tanpa Cangkang (Sudah Dikupas): Jika Anda memilih mengupasnya demi kepraktisan saat makan nanti, Anda harus ekstra hati-hati. Telur yang sudah dikupas rentan mengering dan menyerap bau.Tips: Simpan dalam wadah kedap udara yang dialasi tisu dapur lembap untuk menjaga kelembapan. Alternatif: Rendam telur kupas di dalam wadah berisi air dingin yang bersih. Namun, Anda wajib mengganti airnya setiap hari untuk mempertahankan tekstur dan kesegarannya hingga satu minggu.

3. Strategi Penyimpanan di Kulkas

Cara Anda meletakkan telur di kulkas sangat menentukan umur simpannya. Ikuti langkah-langkah berikut:Aturan 2 Jam: Jangan biarkan telur rebus berada di suhu ruang lebih dari 2 jam setelah dimasak. Segera masukkan ke kulkas setelah uap panasnya hilang untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. Gunakan Wadah Tertutup: Jangan biarkan telur terbuka begitu saja di rak kulkas. Wadah tertutup mencegah telur kehilangan kelembapan (menjadi alot) dan melindunginya dari paparan bau tajam kulkas. Posisi Terbaik: Hindari menyimpan telur rebus di rak pintu kulkas. Suhu di area pintu sangat fluktuatif karena sering dibuka-tutup. Sebaliknya, simpanlah telur di bagian paling dalam atau belakang rak kulkas, di mana suhunya paling stabil dan dingin.

4. Deteksi Dini Kerusakan Telur

Meskipun belum satu minggu, kondisi tertentu bisa membuat telur busuk lebih cepat. Jangan ambil risiko, segera buang jika Anda menemukan tanda-tanda berikut:Aroma: Muncul bau belerang (sulfur) yang sangat menyengat atau bau busuk yang tidak wajar. Tekstur & Visual: Putih telur berubah warna, atau kuning telur terlihat berlendir dan cair saat dikupas. Tes Apung: Masukkan telur (yang masih bercangkang) ke dalam air. Jika mengapung, tandanya kantong udara di dalamnya sudah membesar karena pembusukan, dan telur tersebut sudah tidak layak konsumsi.

5. Jangan Membekukan Telur Rebus

Meskipun pembekuan adalah cara populer untuk mengawetkan makanan, metode ini sangat tidak disarankan untuk telur rebus utuh.Membekukan telur rebus akan merusak struktur sel pada putih telur. Saat dicairkan kembali, putih telur akan melepaskan kandungan airnya, menyebabkan tekstur menjadi kenyal seperti karet, alot, dan berair, sehingga sangat tidak enak untuk dimakan. Jika Anda benar-benar perlu membekukan telur, lakukanlah saat telur masih mentah (dikocok lepas) atau hanya bekukan kuning telurnya saja, meskipun cara ini tergolong kurang praktis.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *