Connect with us

Nasional

Pandawara Dirikan Museum Sampah Pertama di Indonesia

Published

on

Semarang (usmnews) – Dilansir dari RRI Komunitas lingkungan Pandawara Group mendirikan museum sampah pertama di Indonesia sebagai langkah konkret meningkatkan kesadaran publik terhadap persoalan limbah. Mereka menempatkan museum ini satu area dengan basecamp di Surakarta agar terhubung langsung dengan aktivitas bersih sungai yang rutin mereka lakukan.

Melalui museum ini, Pandawara mengajak masyarakat melihat langsung dampak nyata dari kebiasaan membuang sampah sembarangan. Mereka memanfaatkan ruang khusus untuk memamerkan berbagai jenis sampah yang mereka temukan saat melakukan aksi pembersihan.

Museum Sampah Pertama di Indonesia Tampilkan Koleksi Edukatif

Pandawara mengelompokkan sampah berdasarkan kategori, mulai dari yang paling sering muncul, paling berbahaya, hingga yang paling unik. Mereka juga menambahkan keterangan detail dan estimasi waktu penguraian pada setiap pajangan agar pengunjung memahami dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan.

Melalui akun Instagram resmi, Pandawara menjelaskan bahwa mereka merancang museum ini sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya membaca informasi, tetapi juga menyaksikan bukti nyata yang memperkuat pesan edukasi lingkungan.

Selain memamerkan koleksi sampah, Pandawara menampilkan perahu canggih yang mereka gunakan untuk membersihkan sungai. Mereka juga memasang papan edukasi yang memuat data aksi lingkungan serta dokumentasi perjalanan komunitas sejak awal berdiri.

Pengunjung dapat melihat sejarah terbentuknya Pandawara hingga pencapaian yang mereka raih saat ini. Komunitas ini turut memajang trofi dan berbagai penghargaan sebagai bukti bahwa aksi nyata pelestarian lingkungan mampu memberi dampak luas.

Pandawara Ajak Pengunjung Praktik Pemilahan Sampah

Pandawara menyediakan area interaktif yang memungkinkan pengunjung langsung mempraktikkan cara memilah sampah dengan benar. Mereka mengajak pengunjung belajar melalui pengalaman langsung agar lebih mudah menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mereka juga menghadirkan pameran kecil yang menampilkan proses upcycling sampah plastik HDPE menjadi produk bernilai guna seperti gelas, pot, dan gantungan kunci. Mereka juga menyiapkan area komposting untuk mengolah sampah organik.

Dengan konsep edukatif dan interaktif, mereka juga menegaskan komitmennya menjadikan museum ini sebagai pusat pembelajaran publik tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *