Connect with us

Lifestyle

Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak, Peran Vital Protein dan 5 Sumber Terbaiknya

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari okezone.com Dalam fase emas pertumbuhan anak, nutrisi memegang kendali utama dalam menentukan kualitas kesehatan fisik dan kecerdasan mereka di masa depan. Di antara berbagai jenis nutrisi, protein menempati posisi krusial sebagai zat gizi makro yang tidak boleh diabaikan. Protein bukan sekadar penyumbang energi, melainkan fondasi biologis yang mendukung pembentukan struktur tubuh, perkembangan kognitif, serta benteng pertahanan imun si Kecil.

​Mengapa Protein Sangat Krusial?

​Secara fisiologis, protein bertindak sebagai “batu bata” bagi tubuh manusia. Zat ini bertanggung jawab dalam menyusun setiap sel, memperbaiki jaringan yang rusak, memperkuat massa otot, hingga membentuk organ organ vital. Lebih jauh lagi, protein memiliki fungsi regulasi yang kompleks; ia berperan dalam produksi enzim dan hormon yang mengatur metabolisme serta proses kimiawi dalam tubuh anak.

​Kekurangan asupan protein dapat memicu dampak domino yang merugikan. Anak yang defisit protein berisiko mengalami hambatan pertumbuhan fisik (stunting), penurunan fungsi kognitif, hingga sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga mereka rentan terserang berbagai penyakit infeksi. Oleh karena itu, kesadaran dan peran aktif orang tua dalam menyajikan menu kaya protein setiap harinya menjadi kunci utama kesehatan anak.

​5 Sumber Protein Unggulan untuk Anak

​Dikutip dari Children’s Health (11/1/2026), berikut adalah lima sumber protein berkualitas tinggi yang direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan harian anak:

1. Telur: Paket Nutrisi Lengkap yang Terjangkau

Telur sering disebut sebagai superfood karena kepadatan nutrisinya. Selain menjadi sumber protein hewani yang paling mudah diakses dan ekonomis, telur kaya akan kolin, vitamin A, D, dan B12. Kolin, khususnya, sangat vital untuk perkembangan memori dan fungsi otak. Fleksibilitas pengolahan telur mulai dari direbus, didadar, hingga dicampur dalam sup memudahkan orang tua untuk berkreasi agar anak tidak merasa bosan.

2. Ikan: Nutrisi Cerdas untuk Otak

Ikan, khususnya jenis ikan laut seperti salmon, tuna, dan sarden, adalah kombinasi sempurna antara protein tinggi dan asam lemak omega-3. Omega-3 adalah komponen esensial yang mendukung arsitektur otak dan ketajaman penglihatan anak. Selain itu, tekstur daging ikan yang lembut membuatnya sangat mudah dicerna oleh sistem pencernaan anak yang masih berkembang. Pengolahan dengan cara dikukus atau dipanggang sangat disarankan untuk menjaga keutuhan nutrisinya.

3. Daging Ayam: Pembangun Energi dan Otot

Daging ayam adalah favorit banyak anak dan merupakan sumber protein yang sangat efektif untuk pembentukan jaringan otot yang kuat. Kandungan zat besi dan vitamin B kompleks di dalamnya berperan penting dalam metabolisme energi serta menjaga daya konsentrasi anak saat beraktivitas atau belajar. Untuk manfaat optimal, pilihlah bagian daging tanpa lemak (seperti dada ayam) dan hindari penggorengan berlebihan (deep-fried); metode rebus atau panggang jauh lebih sehat.

4. Tahu dan Tempe: Kekayaan Nabati Asli Indonesia

Jangan remehkan kekuatan protein nabati dari kedelai ini. Tahu dan tempe adalah solusi cerdas, terutama bagi anak yang memiliki alergi terhadap protein hewani atau intoleransi laktosa. Tempe memiliki keunggulan khusus berupa kandungan probiotik alami dari proses fermentasi yang sangat baik untuk kesehatan saluran cerna. Sementara itu, tekstur tahu yang lembut memudahkan anak untuk mengunyah. Keduanya juga menyumbang kalsium dan zat besi yang signifikan bagi tubuh.

5. Susu dan Produk Turunannya: Fondasi Tulang Kuat

Susu sapi beserta produk olahannya seperti keju dan yoghurt merupakan penyumbang ganda: protein dan kalsium. Kombinasi ini sangat esensial untuk mendukung pertumbuhan tulang yang padat dan gigi yang sehat selama masa pertumbuhan cepat. Susu juga berfungsi sebagai penyupalai energi yang praktis. Namun, orang tua perlu jeli dalam memilih produk; pastikan memberikan susu yang sesuai dengan tahapan usia anak dan hindari produk dengan tambahan gula yang berlebihan (added sugar) untuk mencegah risiko obesitas atau kerusakan gigi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *