International

Rupiah Melemah ke Rp17.886, Sejumlah Bank Nasional Patok Kurs Jual Dolar AS Tembus Rp18.010

Published

on

Semarang (usmnews) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren penurunan dalam transaksi perdagangan pasar spot pada Selasa (2/6/2026). Pergerakan negatif tersebut memaksa sejumlah institusi perbankan nasional menetapkan harga jual mata uang negeri paman sam itu hingga menyentuh angka Rp18.010. Data dari laman Bloomberg mengonfirmasi posisi mata uang garuda berada pada level Rp17.886 per dolar AS tepat pukul 10.05 WIB.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Nilai Tukar Rupiah mengalami kemerosotan sebanyak 81 poin atau setara 0,45 persen. Hasil ini berbanding terbalik jika kita melihat data penutupan jam perdagangan pada sesi sebelumnya. Pengamat komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan tren koreksi ini masih akan mewarnai aktivitas pasar sepanjang hari.

Ibrahim menilai tekanan berat terhadap performa mata uang garuda berpotensi terus bergulir sepanjang sisa pekan ini. Beliau membuat estimasi bahwa pergerakan grafik harga berpeluang besar menuju level psikologis baru pada angka Rp18.150 per dolar AS. Padahal, sentimen positif dari kebijakan penyerapan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) sempat membawa angin segar kemarin.

Faktor Geopolitik Global dan Pidato Donald Trump Menjadi Sorotan Utama

Sementara itu, para pelaku pasar keuangan saat ini sedang mencermati dinamika stabilitas politik internasional secara intensif. Perhatian utama investor tertuju pada perkembangan hubungan bilateral antara pemerintah Amerika Serikat dengan pihak Iran. Ibrahim berpendapat bahwa pengaruh positif dari regulasi DHE domestik hanya memiliki dampak penguatan yang bersifat sementara bagi internal pasar.

Komunitas pelaku usaha justru sedang menanti pengumuman resmi dari Donald Trump mengenai nota kesepahaman gencatan senjata. Faktor eksternal tersebut memegang kendali yang sangat dominan dalam menggerakkan volatilitas arus modal pada skala global. Penguatan indeks dolar AS secara umum di pasar internasional otomatis memberikan tekanan sekunder bagi performa mata uang negara berkembang.

Selanjutnya, data dari kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) turut menunjukkan pergerakan yang selaras. Posisi mata uang tanah air bertengger pada level Rp17.883 per dolar AS pada hari Jumat (29/5/2026) yang lalu. Angka pencapaian tersebut menunjukkan pelemahan nyata jika kita membandingkannya dengan posisi Selasa (26/5/2026) pada level Rp17.789.

Daftar Perbandingan Nilai Kurs Jual dan Beli pada Tujuh Bank Besar

Merespons dinamika pasar spot, jajaran manajemen bank nasional kompak menaikkan batas atas harga pelepasan aset valuta asing mereka. Sebagai contoh, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerapkan tarif jual pada level Rp17.990 untuk setiap satu dolar AS. Nilai kurs jual sendiri merupakan besaran nominal yang berlaku ketika pihak bank melepas kepemilikan dolar kepada nasabah harian.

Berikut merupakan rincian lengkap mengenai peta kekuatan nilai kurs mata uang asing pada beberapa perbankan tanah air hari ini:

  1. BRI Jual Rp 17.990 Beli Rp 17.788
  2. BTN Jual Rp 18.010 Beli Rp 17.760
  3. Bank Mandiri Jual Rp 17.940 Beli Rp 17.640
  4. BNI Jual Rp 17.895 Beli Rp 17.875
  5. CIMB Niaga Jual Rp 17.889 Beli Rp 17.874
  6. BCA Jual Rp 17.940 Beli Rp 17.690
  7. Bank Permata Jual Rp 17.940 Beli Rp 17.755

Masyarakat dapat terus memantau pergerakan harga komoditas valuta asing ini secara berkala lewat aplikasi resmi masing-masing penyedia jasa keuangan. Fluktuasi yang berjalan sangat cepat menuntut ketelitian tinggi dari para pelaku usaha sebelum melakukan transaksi penukaran uang. Langkah antisipasi tersebut sangat krusial guna menekan potensi kerugian finansial akibat ketidakpastian iklim ekonomi global.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version