Lifestyle
Nikmat Namun Berisiko, Panduan Kombinasi Makanan yang Harus Dihindari Saat Menyantap Singkong Rebus
Jakarta (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Singkong rebus telah lama menjadi primadona camilan tradisional di Indonesia. Selain rasanya yang gurih dan teksturnya yang empuk, singkong dikenal sebagai panganan yang sangat mengenyangkan dan kaya manfaat. Sebagai sumber energi alami, singkong rebus mengandung karbohidrat kompleks yang vital bagi tubuh.
Berdasarkan data kesehatan, dalam setiap 100 gram singkong rebus terkandung sekitar 191 kalori, di mana 84 persennya didominasi oleh karbohidrat, sementara sisanya terdiri dari protein dan lemak. Komposisi nutrisi ini menjadikan singkong sangat efektif untuk meningkatkan energi, menjaga stabilitas berat badan, mendukung pertumbuhan massa otot, hingga membantu fungsi kognitif otak.
Kendati demikian, statusnya sebagai makanan sehat tidak serta-merta membuat singkong “ramah” jika disandingkan dengan sembarang menu. Terdapat aturan tak tertulis dalam kombinasi makanan (food combining) yang perlu diperhatikan agar tidak memicu gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan.
Berikut adalah uraian mendalam mengenai empat jenis asupan yang pantang dikonsumsi berbarengan dengan singkong rebus:
1. Makanan dan Minuman Asam (Jeruk, Tomat, Cuka)
Meskipun jeruk kaya vitamin C, mengonsumsinya bersamaan dengan singkong adalah kesalahan fatal bagi pencernaan. Singkong mengandung pati resisten yang cukup tinggi. Ketika pati ini bertemu dengan asam dari jeruk, tomat, atau cuka di dalam lambung, akan terjadi reaksi kimia yang memicu produksi gas berlebih. Akibatnya, perut akan terasa kembung, begah, dan tidak nyaman. Sangat disarankan memberikan jeda waktu yang cukup jika ingin mengonsumsi buah-buahan asam setelah makan singkong.
2. Susu dan Sumber Protein Hewani
Seringkali kita melihat sajian singkong rebus ditemani segelas susu hangat. Padahal, kombinasi ini berisiko bagi mereka yang memiliki lambung sensitif. Pertemuan antara karbohidrat berat dari singkong dan protein susu dapat memicu lonjakan produksi asam lambung. Hal yang sama berlaku untuk protein hewani lainnya seperti daging sapi, ayam, atau ikan. Mencampur karbohidrat padat dengan protein tinggi secara bersamaan dapat memperberat kerja lambung dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
3. Makanan Tinggi Gula (Kue, Permen, Es Krim)
Singkong adalah sumber karbohidrat yang oleh tubuh akan dipecah menjadi glukosa. Jika Anda memakannya bersamaan dengan makanan yang mengandung gula tambahan—seperti kue manis, permen, atau es krim—Anda sedang menumpuk kadar gula dalam darah secara drastis. Lonjakan gula darah (glukosa) yang tiba-tiba ini tidak baik bagi kesehatan metabolik dan dapat memicu rasa tidak nyaman pada pencernaan karena beban kerja insulin yang meningkat.
4. Kopi: Teman Santai yang Perlu DiwaspadaiBudaya “ngopi” sambil makan singkong goreng atau rebus sangat lekat di masyarakat. Namun, tinjauan medis menyarankan sebaliknya. Reisi Nurdiani, pakar gizi dari IPB, menjelaskan bahwa kandungan polifenol dan kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme yang ada pada makanan. Artinya, nutrisi singkong tidak terserap maksimal.
Selain itu, kombinasi serat dan pati singkong dengan sifat stimulan kopi dapat menyebabkan efek “penuh” yang berlebihan alias kembung. Bagi penderita maag atau GERD, kombinasi ini bisa sangat menyiksa. Solusi terbaik bukanlah berhenti ngopi, melainkan mengatur waktu: minumlah kopi 30 hingga 60 menit setelah Anda selesai menyantap singkong rebus.