International
Nelayan Sungai Nil Beralih Jadi Pengumpul Sampah Plastik
Semarang (usmnews) – Di lansir dari kompas.com nelayan Sungai Nil, Kairo, Mesir, mulai meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai pencari ikan. Penurunan populasi ikan akibat pencemaran plastik mendorong mereka mencari sumber penghasilan lain. Salah satu nelayan, Mohammed Ahmed Sayed Mohammed, kini rutin menyusuri sungai setiap pagi untuk mengumpulkan botol dan sampah plastik dari permukaan air.
Sekitar 15 tahun lalu, Sayed masih mampu menangkap hingga 25 kilogram ikan per hari. Namun sekarang, hasil tangkapannya hanya berkisar 4–5 kilogram. Kondisi ini membuatnya beralih fokus pada pengumpulan sampah yang justru memberi keuntungan lebih stabil.
Sampah Plastik Jadi Sumber Penghasilan Baru
Para nelayan di Pulau al-Qarsaya memanfaatkan peluang dari proyek VeryNile yang dikelola perusahaan Bassita. Mereka menjual sampah plastik yang terkumpul dengan harga lebih tinggi dibandingkan ke pabrik daur ulang biasa. Plastik dihargai sekitar 33 pound Mesir per kilogram, sedangkan kaleng bekas mencapai 85 pound.
Dalam kondisi tertentu, Sayed mampu mengumpulkan hingga 20 kilogram plastik per hari. Bahkan pada musim dingin, pendapatannya dari aktivitas ini bisa mencapai 2.000–3.000 pound per bulan. Penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menikahkan anak dan membuka usaha kecil.
Dampak Lingkungan dan Peran Komunitas
Perubahan profesi ini tidak lepas dari kerusakan lingkungan yang semakin parah. Komunitas nelayan dan petani di wilayah tersebut merasakan langsung dampaknya. Dulu mereka bisa memperoleh hasil tangkapan hingga 17 kilogram, tetapi kini angka itu terus menurun.
Sejak 2018, program VeryNile berhasil mengumpulkan lebih dari 454 ton sampah plastik dari Sungai Nil. Selain itu, program ini menyediakan perahu, membuka lapangan kerja bagi perempuan, serta mendukung kegiatan sosial seperti layanan kesehatan dan pelatihan pertanian.
Kini, para nelayan tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga berperan sebagai penjaga sungai dengan membantu mengurangi pencemaran plastik.