Entertainment
Mencekam, Nasib Drama Baru Ha Young di Ujung Tanduk Buntut Kontroversi Pro-Jepang
SEMARANG (USMNEWS) – Ketidakpastian mengenai Nasib Drama Baru Ha Young di Ujung Tanduk kini menjadi bahan perbincangan hangat di industri hiburan Korea Selatan. Drama Korea terbaru berjudul The Long Shot Trial yang diproduksi oleh stasiun televisi SBS dan dibintangi oleh aktor ternama Lee Je-hoon bersama aktris Ha Young berpotensi gagal mengudara sesuai jadwal akibat gelombang protes dan amarah publik yang tak terbendung.
BERITA LAINNYA
Persoalan mengenai Nasib Drama Baru Ha Young di Ujung Tanduk memuncak setelah terungkapnya rekam jejak kakek buyut Ha Young, Ahn Sang-ho, yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas pro-Jepang pada masa pendudukan kolonial di Korea Selatan (1910–1945). Kontroversi sejarah yang amat sensitif ini memicu reaksi keras dari masyarakat luas, yang merasa keberatan melihat aktris berlatar belakang keluarga kolaborator penjajah memerankan karakter penting yang menjunjung tinggi keadilan.
Eskalasi Kontroversi dan Respons Publik Korea
Awal mula munculnya kontroversi ini terjadi ketika Ha Young tampil dalam sebuah acara varietas Problem Child in House di KBS2. Dalam tayangan tersebut, ia menceritakan warisan profesi keluarganya yang berprofesi sebagai dokter secara turun-temurun selama empat generasi, dimulai dari kakek buyutnya. Namun, warganet dengan cepat mengidentifikasi sosok kakek buyut yang dimaksud sebagai Ahn Sang-ho.
Penyelidikan independen yang dilakukan publik menguak bahwa Ahn Sang-ho memiliki rekam jejak bekerja sama dengan otoritas kolonial Jepang usai memperoleh lisensi medis. Penemuan fakta sejarah ini memicu amarah besar publik Korea Selatan, mengingat luka sejarah akibat penjajahan Jepang masih sangat membekas di ingatan kolektif bangsa tersebut.
Meskipun agensi BISTUS Entertainment dan Ha Young telah merilis pernyataan serta surat permintaan maaf secara tertulis atas ketidaktahuannya mengenai sejarah kelam keluarga, gelombang penolakan publik tidak kunjung mereda. Sejumlah merek komersial ternama bahkan telah mengambil tindakan tegas dengan menghapus atau mengubah status video iklan yang menampilkan Ha Young menjadi privat.
Nasib Drama Baru Ha Young di Ujung Tanduk Akibat Jadwal Tayang yang Sensitif
Ketegangan makin memuncak akibat pemilihan jadwal penayangan The Long Shot Trial. SBS semula menjadwalkan penayangan perdana serial tersebut pada 26 Februari 2027. Jadwal ini dinilai sangat tidak sensitif oleh netizen karena hanya berjarak tiga hari dari peringatan Hari Gerakan Kemerdekaan 1 Maret (Samiljeol), yang merupakan salah satu hari bersejarah paling sakral di Korea Selatan untuk mengenang perjuangan melawan penjajahan Jepang.
Kritik tajam terus dilayangkan kepada pihak stasiun televisi SBS karena dianggap mengabaikan perasaan nasionalisme masyarakat. Tuntutan untuk membatalkan penayangan drama atau mengganti posisi Ha Young sebagai pemeran utama makin menggema di berbagai forum daring dan media sosial.
Di samping itu, latar cerita drama ini yang mengambil lokasi di daerah bernilai sejarah kelam, seperti Sorokdo yang menjadi tempat isolasi paksa dan eksperimen medis penderita kusta pada masa lalu, menambah kompleksitas permasalahan. Publik menilai kehadiran Ha Young dalam proyek bernuansa sejarah tersebut sangat melukai rasa keadilan masyarakat.
Ketidakpastian Proyek dan Implikasi Industri
Hingga saat ini, pihak manajemen puncak jaringan penyiaran SBS beserta seluruh jajaran tim produksi drama The Long Shot Trial dilaporkan terus memantau dinamika perkembangan situasi dan eskalasi opini publik dengan sangat cermat serta hati-hati. Keputusan krusial mengenai apakah serial drama berskala besar ini akan tetap dipaksakan mengudara sesuai jadwal semula, ditunda penayangannya hingga batas waktu yang belum ditentukan, atau justru harus menempuh langkah ekstrem berupa perombakan total susunan pemeran utama serta syuting ulang (reshoot), masih menjadi tanda tanya besar yang menyelimuti industri hiburan Korea Selatan.
Berbagai spekulasi yang berkembang deras di kalangan pengamat dan analis industri penyiaran menyebutkan bahwa penundaan jadwal tayang merupakan opsi paling rasional dan berisiko paling rendah yang bisa diambil saat ini guna meredam gelombang boikot massa serta meminimalkan potensi kerugian finansial yang lebih besar bagi para sponsor utama. Situasi pelik ini tak ayal menjadi sebuah preseden penting sekaligus pelajaran yang amat berharga bagi agensi manajemen artis, rumah produksi, hingga lembaga penyiaran di Korea Selatan agar ke depannya dapat bersikap jauh lebih teliti, kritis, dan bijaksana dalam menelaah rekam jejak latar belakang keluarga maupun riwayat personal para pemeran sebelum melangkah ke tahap produksi proyek-proyek drama bernilai investasi tinggi.