Connect with us

Nasional

Musibah Banjir Melanda Sibolga: Sungai Aek Doras Meluap Menerjang Permukiman

Published

on

Jakarta (usmnews) di kutip dari detiknews Kota Sibolga, sebuah wilayah pesisir yang terletak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), baru-baru ini dikejutkan oleh bencana banjir bandang yang merendam sejumlah area vital. Bencana alam ini dipicu oleh peningkatan debit air yang signifikan pada **Sungai Aek Doras**, menyebabkan sungai tersebut meluap dan membanjiri kawasan permukiman warga serta fasilitas umum lainnya. Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi oleh komunitas lokal dalam menghadapi musim hujan ekstrem.

Menurut laporan yang dihimpun oleh detikNews, peristiwa banjir ini terjadi setelah wilayah Sibolga diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa jam non-stop. Curah hujan yang luar biasa ini menjadi faktor utama yang menyebabkan sistem drainase alami, khususnya Sungai Aek Doras, tidak mampu menampung volume air yang masuk.

### 🗓️ Kronologi Kejadian dan Intensitas Hujan

Peristiwa meluapnya Sungai Aek Doras dan terjadinya banjir tercatat berlangsung pada hari **Minggu, 8 Desember 2025**. Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, memberikan keterangan rinci mengenai durasi hujan yang menjadi pemicu utama. Berdasarkan pantauan dan catatan kepolisian setempat, hujan deras mulai turun pada pukul **14.00 WIB** (Pukul dua siang) dan baru mereda secara signifikan sekitar pukul **19.30 WIB** (Pukul tujuh malam lewat tiga puluh menit).

Periode waktu sekitar **lima setengah jam (5 jam 30 menit)** curah hujan yang tinggi ini sangat krusial. Dalam rentang waktu tersebut, jumlah air yang mengalir ke hulu sungai dan akhirnya bermuara di Sungai Aek Doras mencapai titik kritis, melebihi kapasitas normal penampang sungai. Kondisi geografis Sibolga yang berbukit dan berdekatan dengan laut juga turut memperparah keadaan, mempercepat aliran air dari dataran tinggi ke dataran rendah dan permukiman warga.

### 🏘️ Dampak Luapan Air terhadap Komunitas dan Fasilitas Publik

Luapan air dari Sungai Aek Doras dengan cepat merambat ke wilayah-wilayah yang padat penduduk. Dampak paling nyata dari kejadian ini adalah terendamnya sejumlah **wilayah permukiman warga** di Kota Sibolga. Ketinggian air bervariasi, namun cukup untuk menyebabkan kerugian materiel dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Banyak warga yang harus segera mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi, dan sebagian terpaksa mengungsi sementara waktu.

Selain permukiman warga, banjir ini juga menyasar **fasilitas resmi kepolisian**. Salah satu yang secara spesifik disebutkan terkena dampak adalah **rumah dinas Wakapolres Sibolga**. Kenyataan bahwa rumah dinas seorang pejabat tinggi kepolisian pun terendam menunjukkan betapa luas dan parahnya cakupan bencana banjir kali ini, menandakan bahwa tidak ada wilayah yang benar-benar kebal dari dampak luapan sungai. Keterlibatan fasilitas publik ini juga memerlukan upaya ekstra dari pihak berwenang, tidak hanya untuk penanganan masyarakat, tetapi juga untuk penyelamatan aset dan dokumen penting.

### 📸 Dokumentasi dan Penanganan Awal

Kejadian banjir ini didokumentasikan, salah satunya oleh pihak kepolisian setempat, sebagaimana tertera dalam sumber berita yang menyebutkan adanya **Foto Banjir Akibat Sungai Aek Doras Meluap** dari dokumen **Polres Sibolga**. Dokumentasi visual semacam ini penting untuk keperluan evaluasi pasca-bencana, analisis risiko, serta pelaporan kepada otoritas yang lebih tinggi untuk meminta bantuan penanganan dan mitigasi.

Meskipun artikel ini hanya berfokus pada penyebab dan dampak awal, dapat diasumsikan bahwa pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera mengambil langkah-langkah darurat. Langkah-langkah tersebut biasanya mencakup:

1. **Evakuasi dan Penyelamatan:** Memastikan keselamatan jiwa warga yang terjebak atau rentan.

2. **Pemantauan Debit Air:** Melakukan pengawasan kontinu terhadap Sungai Aek Doras dan sungai-sungai kecil lainnya.

3. **Pendataan Kerugian:** Mengumpulkan data mengenai jumlah rumah yang rusak dan kerugian yang diderita masyarakat.

Banjir di Sibolga ini menjadi pengingat serius bagi pemerintah daerah mengenai pentingnya infrastruktur pengendalian banjir yang memadai, serta perlunya edukasi dini bagi masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah prediksi peningkatan intensitas cuaca ekstrem di masa depan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *