Nasional
Momen Kebersamaan di Serambi Mekkah: Tito Karnavian dan Hangatnya Buka Puasa Bersama Warga Aceh Tamiang
Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Hari pertama bulan suci Ramadan tahun 2026 menjadi momen yang sangat berkesan bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Di tengah suasana pemulihan pascabencana yang masih berlangsung, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memilih untuk melewatkan waktu berbuka puasa pertamanya bukan di ibu kota, melainkan duduk bersimpuh bersama warga lokal di Bumi Muda Sedia. Kehadiran tokoh nasional ini membawa pesan kuat tentang kehadiran negara di tengah-tengah rakyat, terutama saat mereka sedang berjuang kembali bangkit dari masa sulit.
Tradisi dan Empati di Meja Buka Puasa
Kegiatan buka puasa bersama ini berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat namun tetap terasa merakyat. Tidak ada sekat protokoler yang kaku; Tito Karnavian terlihat membaur dengan tokoh agama, pemuda, dan warga terdampak banjir yang sedang menjalani proses rehabilitasi permukiman. Hidangan takjil khas Aceh yang sederhana menjadi menu pembuka yang menyatukan semua kalangan.
Dalam momen tersebut, Mendagri menyampaikan bahwa kunjungannya bukan sekadar kunjungan kerja administratif. Beliau menekankan bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat tali silaturahmi dan solidaritas sosial.
“Berbuka puasa bersama warga di sini memberikan perspektif yang berbeda. Kita tidak hanya bicara soal angka pertumbuhan atau progres pembersihan lumpur, tapi soal semangat manusiawi untuk saling menguatkan di hari yang suci,” ujar Tito dalam sebuah perbincangan hangat.
Menghubungkan Ibadah dengan Kerja Nyata
Selain melaksanakan ritual ibadah, kesempatan ini digunakan Tito Karnavian untuk melakukan evaluasi “sambil lalu” namun efektif terhadap kinerja pemerintah daerah. Ia berdialog mengenai ketersediaan bahan pokok selama bulan puasa dan memastikan bahwa distribusi bantuan bagi warga yang rumahnya masih dalam tahap pembersihan material lumpur tetap berjalan lancar.
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam kunjungan ini antara lain:
- Ketahanan Pangan: Memastikan stok beras dan kebutuhan dapur umum di Aceh Tamiang mencukupi untuk kebutuhan sahur dan berbuka warga.
- Kesehatan Publik: Menginstruksikan tim medis untuk tetap siaga di puskesmas-puskesmas terdekat, mengingat kondisi lingkungan yang baru saja dilanda banjir rentan terhadap penyebaran penyakit.
- Dukungan Psikososial: Memberikan semangat kepada anak-anak dan lansia agar tetap ceria menjalankan ibadah puasa meski dalam kondisi keterbatasan.
Komitmen Pemerintah Pusat
Kehadiran Mendagri di hari pertama Ramadan ini juga menjadi sinyal bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan Pemerintah Provinsi Aceh bahwa Jakarta terus memantau perkembangan di daerah. Tito menegaskan bahwa kementeriannya akan terus memberikan pendampingan dalam tata kelola anggaran darurat agar pemulihan ekonomi lokal dapat segera terakselerasi pasca-Idul Fitri nanti.
Setelah azan Maghrib berkumandang dan prosesi berbuka selesai, kegiatan dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah. Momen ini menutup rangkaian kunjungan hari itu dengan rasa syukur, meninggalkan kesan mendalam bagi warga bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian bencana di bulan yang penuh berkah ini.