International
Misi Penyelamatan Kritis China: Membawa Pulang Taikonaut dari Tiangong

Tiongkok meluncurkan sebuah **misi penyelamatan luar angkasa yang mendesak** dalam upaya untuk membawa kembali ke Bumi tiga taikonaut (astronot Tiongkok) yang saat ini terdampar di **Stasiun Luar Angkasa Tiangong** milik negara tersebut. Peluncuran mendadak ini dipicu oleh insiden yang membuat wahana kembali utama mereka tidak aman untuk digunakan, meninggalkan awak stasiun tanpa jalur evakuasi yang memadai.
### 🚨 Situasi Darurat di Orbit
Tiga taikonaut yang kini terdampar adalah bagian dari kru yang tiba di stasiun Tiangong pada bulan April untuk melaksanakan misi enam bulan. Secara rutin, mereka seharusnya kembali ke Bumi menggunakan wahana antariksa **Shenzhou-20**, yang saat ini berlabuh di stasiun. Namun, nasib mereka berubah drastis setelah **puing-puing luar angkasa** menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat **Shenzhou-20**. Kerusakan ini membuat pesawat tersebut **tidak layak terbang** dan tidak aman untuk digunakan membawa awak kembali ke Bumi.
Insiden ini terjadi tepat pada saat jadwal **pergantian awak** terakhir di stasiun yang berawak permanen tersebut pada bulan November. Normalnya, kru yang datang akan membawa wahana antariksa baru yang kemudian akan digunakan oleh kru yang lama untuk kembali. Namun, karena Shenzhou-20 yang rusak, tiga taikonaut yang tiba sebelumnya pada bulan April terpaksa menggunakan pesawat **Shenzhou-21** untuk kepulangan mereka.
Keputusan darurat ini, meskipun berhasil membawa pulang kru sebelumnya, meninggalkan tiga taikonaut yang saat ini berada di Tiangong dalam posisi **rentan**. Mereka kini berada di orbit tanpa wahana antariksa cadangan yang **layak terbang** dan siap digunakan untuk kembali ke Bumi, terutama jika terjadi **keadaan darurat medis atau teknis** yang mengharuskan evakuasi segera. Situasi ini menyoroti risiko inheren dari operasi luar angkasa jangka panjang dan pentingnya redundansi dalam sistem transportasi awak.

### 🛰️ Peluncuran Shenzhou-22 yang Dimajukan
Menanggapi krisis yang mengancam keselamatan taikonautnya, Tiongkok segera memajukan rencana peluncuran untuk pesawat antariksa **Shenzhou-22**. Awalnya, misi Shenzhou-22 direncanakan sebagai misi berawak dan dijadwalkan untuk lepas landas pada **tahun 2026**. Namun, demi misi penyelamatan ini, peluncuran dimajukan lebih dari setahun dan diubah menjadi **misi tanpa awak** (unmanned) yang memiliki tujuan tunggal: mengirimkan wahana kembali yang baru dan aman ke Tiangong.
Peluncuran kritis ini disiarkan oleh penyiar pemerintah, CCTV, dan menunjukkan roket **Long March-2F** (Chang Zheng-2F) yang membawa wahana Shenzhou-22. Roket tersebut berhasil **lepas landas** dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan tak lama setelah tengah hari waktu setempat (04:00 GMT) pada hari Selasa, 25 November 2025. Roket Long March-2F merupakan kendaraan peluncur kelas berat dan telah menjadi tulang punggung program penerbangan luar angkasa berawak Tiongkok.
Tujuan utama dari Shenzhou-22 adalah untuk berlabuh dengan Stasiun Luar Angkasa Tiangong dan berfungsi sebagai **”sekoci” (lifeboat)** baru untuk para taikonaut. Setelah terpasang, wahana ini akan memberikan jalur kembali yang aman ke Bumi, mengakhiri periode genting di mana kru stasiun tidak memiliki opsi evakuasi yang layak. Keberhasilan peluncuran dan penjangkaran (docking) wahana ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para taikonaut di orbit.

### 🇨🇳 Tiangong dan Program Luar Angkasa China
Stasiun Luar Angkasa Tiangong (yang berarti “Istana Surgawi”) adalah kompleks luar angkasa multi-modul yang beroperasi secara permanen dan merupakan lambang ambisi luar angkasa Tiongkok. Meskipun insiden kerusakan ini menimbulkan tantangan operasional, program luar angkasa Tiongkok secara keseluruhan terus menunjukkan peningkatan kemampuan dalam eksplorasi luar angkasa berawak.
Misi penyelamatan Shenzhou-22 ini akan menjadi catatan penting dalam sejarah program luar angkasa Tiongkok, menunjukkan **respons cepat dan tegas** mereka terhadap keadaan darurat operasional yang tak terduga. Keberhasilan misi ini bukan hanya tentang pemulangan awak, tetapi juga tentang menegaskan komitmen Tiongkok terhadap keselamatan taikonautnya dan kemampuan mereka untuk mengatasi hambatan teknis yang kompleks di lingkungan luar angkasa yang keras. Setelah wahana Shenzhou-22 berhasil berlabuh, para taikonaut di Tiangong akan dapat melanjutkan misi mereka dengan rasa aman, mengetahui bahwa jalur kembali mereka ke Bumi telah terjamin.







