Tech
Meta Terapkan Aturan Baru Lindungi Remaja dari Chatbot AI

Jakarta (usmnews) – Meta mengumumkan langkah tegas untuk meningkatkan keamanan remaja dalam berinteraksi dengan produk kecerdasan buatannya (AI). Perusahaan mengubah cara melatih chatbot AI agar tidak membahas topik sensitif dan membatasi akses remaja hanya pada karakter AI tertentu yang aman dan edukatif.
Menurut laporan TechCrunch, Minggu (31/8/2025), Meta melatih chatbot agar tidak membicarakan hal-hal seperti melukai diri sendiri, bunuh diri, gangguan makan, maupun percakapan romantis yang tidak pantas dengan pengguna di bawah umur. “Kami menambahkan pembatasan baru sebagai langkah pencegahan, termasuk mengarahkan remaja ke sumber daya ahli jika mereka membahas topik sensitif,” kata juru bicara Meta, Stephanie Otway.
Meta menjelaskan bahwa perubahan ini bersifat sementara dan mereka akan terus memperbarui sistem untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat dan tahan lama bagi pengguna di bawah umur. “Kami akan terus menyesuaikan pendekatan agar remaja mendapatkan pengalaman AI yang aman dan sesuai usia,” tambah Otway.
Sebelumnya, chatbot Meta masih bisa berdiskusi dengan remaja mengenai topik sensitif tersebut secara terbatas. Namun, perusahaan kini menyadari pendekatan itu kurang tepat dan segera memperbaikinya. “Kami belajar dari interaksi remaja dengan teknologi kami dan memperkuat perlindungan sesuai kebutuhan,” ujar Otway.
Selain pelatihan ulang chatbot, Meta juga membatasi akses remaja terhadap karakter AI yang berpotensi melakukan percakapan tidak pantas. Sebagai gantinya, remaja hanya bisa berinteraksi dengan karakter yang mendorong pendidikan dan kreativitas.
Kebijakan baru ini diumumkan menyusul laporan investigasi Reuters yang mengungkap dokumen internal Meta memperbolehkan chatbot terlibat dalam percakapan seksual dengan pengguna di bawah umur. Meta menegaskan dokumen tersebut tidak sesuai kebijakan mereka dan telah melakukan revisi.
Langkah Meta ini menjadi respons langsung untuk memperbaiki risiko keselamatan anak dan memperkuat perlindungan dalam penggunaan teknologi AI di kalangan remaja.