Entertainment

Merasa Dihalangi Bertemu Anak, Ruben Onsu Mantap Tempuh Jalur Hukum

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Hampir genap dua tahun setelah perceraian mereka disahkan pada September 2024, dinamika hubungan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menemui babak baru yang sarat ketegangan. Kali ini, polemik berpusat pada isu krusial mengenai hak asuh anak. Ruben Onsu dikabarkan tengah mempersiapkan langkah hukum secara matang untuk menggugat hak asuh anak-anaknya yang berdasarkan putusan cerai sebelumnya jatuh ke tangan Sarwendah, sementara Ruben memegang kewajiban penuh atas pemberian nafkah. Keputusan tegas ini diambil lantaran sang presenter merasa hak-hak fundamentalnya sebagai seorang figur ayah telah diabaikan dan sama sekali tidak terpenuhi selama masa perpisahan tersebut.

‎Upaya Hukum Demi Hak Ayah dan Keamanan Anak

‎Minola Sebayang, selaku kuasa hukum yang mewakili Ruben Onsu, memberikan konfirmasi langsung terkait rencana gugatan ini. Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (21/6) yang turut dilansir oleh detikHot pada Senin (22/6), Minola menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengeksekusi langkah peradilan dalam waktu dekat.

‎Tindakan legal ini didorong oleh dua alasan utama:

‎Mempertahankan Hak Kasih Sayang: Merupakan wujud nyata perjuangan seorang ayah untuk dapat kembali memiliki waktu berkualitas, berkumpul, dan berinteraksi secara langsung dengan buah hatinya tanpa adanya batasan yang tidak wajar.

‎Menjamin Lingkungan Pertumbuhan yang Sehat. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang di dalam sebuah ekosistem lingkungan yang aman, suportif, serta terpercaya, yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kejiwaan mereka.

‎Mengendus Indikasi Provokasi dan Alienasi Sistematis

‎Rencana untuk menempuh jalur peradilan ini sebenarnya telah disuarakan oleh tim kuasa hukum sejak pertengahan Juni 2026, bertepatan dengan eskalasi konflik yang kian memanas. Keputusan bulat Ruben semakin menguat setelah melihat adanya keluh kesah dari Betrand Peto (Onyo) melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahannya, Onyo secara tersirat membagikan pengalaman mengenai perlakuan kurang pantas serta upaya-upaya provokasi yang ia rasakan di lingkungan tempat tinggalnya saat ini bersama sang ibu.

‎Lebih jauh lagi, pihak kuasa hukum Ruben Onsu mencium adanya indikasi praktik manipulasi dan hasutan yang dilakukan secara sistematis. Mereka menduga kuat ada pihak-pihak tertentu yang sengaja merancang skenario parental alienation (pengasingan orang tua), yang bertujuan agar anak-anak semakin menjauh dan membatasi jarak dengan ayah kandung mereka sendiri.

‎Kecurigaan ini meruncing pada satu asumsi, adanya ketakutan dari pihak lawan bahwa apabila anak-anak khususnya Onyo menghabiskan waktu secara leluasa bersama Ruben, maka tabir kebenaran mengenai seluruh pengalaman buruk atau kejadian tidak menyenangkan selama tinggal di kediaman Sarwendah akan terbongkar dan diceritakan secara jujur.

‎Strategi Gugatan dan Agenda Mediasi

‎Menyikapi benang kusut perseteruan ini, sebuah pertemuan tatap muka kekeluargaan sebenarnya telah diagendakan untuk mencari titik temu. Mediasi ini dijadwalkan ulang pada tanggal 11 Juli 2026, sebagai pengganti dari agenda awal yang batal terlaksana pada 16 Juni 2026. Fokus utama dari pertemuan ini pada dasarnya adalah untuk meredam tensi konflik sekaligus merundingkan apa yang menjadi kepentingan terbaik bagi masa depan anak-anak mereka.

‎Kendati demikian, pihak Ruben tampaknya telah membulatkan tekad dan tidak ingin menunda langkah perlindungan terhadap anak-anaknya. Gugatan resmi atas hak asuh tersebut direncanakan akan didaftarkan dan diajukan ke pengadilan sebelum hari pertemuan pada tanggal 11 Juli itu tiba, sebagai bentuk keseriusan Ruben dalam mengambil alih tanggung jawab pengasuhan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version