Education
Merajut Asa Pendidikan di Kepulauan Seribu, Menjadikan Ruang Terbuka Sebagai Panggung Ekspresi Anak
Semarang (usmnews) – dikutip dari kompas.com Meskipun sama-sama menyandang status sebagai warga Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kenyataan yang dihadapi oleh anak-anak di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu rupanya berbanding terbalik dengan mereka yang tinggal di daratan utama kota metropolitan. Di wilayah kepulauan ini, akses terhadap fasilitas hiburan dan penunjang edukasi yang modern tidak selalu mudah didapatkan oleh masyarakat setempat.
Secara geografis, Kepulauan Seribu membentang luas dengan total 113 pulau. Dari ratusan pulau tersebut, pusat-pusat pendidikan hanya tersebar di enam wilayah kelurahan. Berdasarkan data yang ada, sarana pendidikan formal yang tersedia mencakup 44 sekolah berstatus negeri, 9 sekolah swasta, serta 7 institusi pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Namun, di tengah tantangan dan keterbatasan geografis tersebut, semangat untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan tidak pernah padam. Salah satu gebrakan positif dan inspiratif kini tengah diwujudkan di Kelurahan Pulau Tidung.
Memanfaatkan Alam Sebagai Ruang Belajar Alternatif
Di Pulau Tidung, konsep pendidikan tidak lagi kaku dan hanya terkurung di dalam empat dinding kelas. Para pendidik mulai membawa anak-anak untuk mengeksplorasi ruang terbuka alam agar mereka dapat leluasa menampilkan bakat dan seni. Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindiknas) Kepulauan Seribu, Tohari, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang khusus untuk memfasilitasi kreativitas siswa.
Langkah ini membawa sejumlah dampak positif bagi perkembangan karakter anak:
- Membangun Kepercayaan Diri: Melalui program “ruang seni siswa”, anak-anak diberikan kesempatan emas untuk berani tampil di hadapan publik. Ini adalah wadah simulasi yang nyata untuk melatih mental, keberanian, dan kepercayaan diri mereka sejak dini.
- Eksplorasi di Taman Terbuka: Tohari menekankan pentingnya bagi tenaga pendidik untuk mengajak murid-muridnya berkarya di taman atau area publik. Pendekatan ini dipercaya dapat memecah kebosanan belajar konvensional dan memberikan suasana yang lebih menyegarkan.
- Program Berkelanjutan: Pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai panggung kreasi ini bukanlah acara sesaat. Program tersebut kini telah memasuki gelombang (batch) kedua, menyusul kesuksesan kegiatan serupa dengan model yang sama pada bulan April lalu.
Sekolah Sebagai Kanvas Kehidupan
Tohari memiliki filosofi yang sangat mendalam mengenai peran institusi pendidikan bagi anak-anak pesisir. Ia mengibaratkan sekolah sebagai sebuah kanvas kosong tempat anak-anak bebas melukiskan masa depan dan cita-cita mereka. Menurutnya, sekolah harus selalu siap, responsif, dan fleksibel dalam memfasilitasi apa pun minat siswanya.
”Mau dididik jadi apa saja, sekolah harus siap,” tegas Tohari saat mendampingi kunjungan kerja bersama tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Pulau Tidung pada Kamis (25/6/2026).
Menanamkan Cinta dalam Proses Belajar
Inisiatif inovatif yang dilakukan di Kepulauan Seribu ini rupanya sangat sejalan dengan visi dari pemerintah pusat. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, yang turut hadir secara langsung dalam kunjungan tersebut, kembali mengingatkan pesan penting dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Pendekatan pendidikan harus bertumpu pada rasa cinta dan kesenangan, bukan melalui paksaan. Para guru didorong untuk mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang membuat murid merasa jatuh cinta pada mata pelajaran yang diajarkan. Jika kecintaan tersebut sudah tumbuh berakar, anak-anak dengan sendirinya akan memiliki inisiatif tinggi untuk mempraktikkan ilmu yang didapat karena mereka merasa senang dan termotivasi dari dalam diri sendiri.
Melalui sinergi antara pemanfaatan ruang terbuka alam dan pendekatan psikologis yang mengedepankan minat anak, wajah pendidikan di Kepulauan Seribu kini perlahan bertransformasi menjadi jauh lebih inklusif, menyenangkan, dan membebaskan.