Nasional

Mengupas Sejarah Unik Alkitab kuno GPIB Immanuel Malang

Published

on

Semarang (usmnews)-Setiap gereja protestan tentu menggunakan Alkitab sebagai pedoman utama dalam setiap peribadatan mereka. Hal ini juga berlaku penuh pada seluruh jaringan gereja benteng warisan kolonial. Namun, Anda akan menemukan keunikan yang sangat luar biasa saat mengunjungi GPIB Immanuel. Gereja bersejarah ini ternyata menyimpan sebuah harta karun teologis yang sangat berharga. Mereka merawat dengan sangat baik koleksi Alkitab kuno bersejarah berbahasa Belanda yang sangat langka.

Koleksi istimewa tersebut dicetak pada tahun 1618 dan tahun 1715 silam. Meskipun usianya sudah mencapai ratusan tahun, fisiknya masih terawat secara mengagumkan. Lembaran kertas tuanya menyimpan saksi bisu perkembangan kekristenan di bumi Nusantara.

Rahasia Keaslian Alkitab Kuno Bersejarah

Banyak kolektor dan sejarawan kagum saat melihat langsung fisik kitab suci tersebut. Cetakan lawas ini menggunakan teknik cetak era awal perkembangan mesin cetak Eropa. Tulisan gotik yang anggun menghiasi setiap halaman kertas tebal berbahan serat khusus. Pengunjung dapat merasakan langsung aura kekhidmatan masa lalu saat memandang lembarannya. Pihak pengelola gereja menjaga suhu ruang penyimpanan secara ketat demi mencegah pelapukan.

Perawatan Ketat Warisan Iman Dunia

Pihak pengelola gereja menjaga suhu ruang penyimpanan secara ketat demi mencegah kerusakan kertas tua. Mereka menempatkan buku berharga ini dalam lemari kaca khusus berpemanas untuk mengontrol kelembapan sekitar. Petugas juga mengenakan sarung tangan berbahan katun lembut setiap kali menyentuh lembaran halaman buku. Pengelola melakukan perawatan rutin ini demi melestarikan warisan peradaban bagi generasi masa depan.Oleh karena itu, keberadaan Alkitab kuno bersejarah ini menjadi daya tarik luar biasa bagi pencinta sejarah. Anda bisa melihat langsung bukti fisik perjalanan spiritual yang melintasi beberapa abad sekaligus sekarang. Kehadiran artefak ini membuat ibadah mingguan tampil makin syahdu karena menyatu erat bersama masa lampau. Kejayaan masa lalu seolah hadir kembali menemani jemaat modern saat mereka bersekutu bersama-sama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version