Lifestyle
Mengupas Mitos dan Fakta, Eksperimen Satu Telur Sehari dan Dampak Signifikannya bagi Kesehatan Tubuh
Semarang (usmnews) – Dikutip dari healt.detik.com Selama puluhan tahun, telur terutama bagian kuningnya kerap menyandang stigma negatif sebagai musuh utama kesehatan jantung karena kandungan kolesterolnya. Namun, seiring dengan kemajuan penelitian medis, paradigma tersebut kini mulai runtuh. Lembaga kesehatan terkemuka seperti American Heart Association (AHA) telah memperbarui pandangannya, menyatakan bahwa individu yang sehat aman untuk mengonsumsi hingga satu butir telur utuh setiap hari sebagai komponen dari pola makan yang seimbang dan menyehatkan jantung.
Eksperimen Pribadi Ahli Gizi
Untuk membuktikan dampak nyata dari rekomendasi ini, seorang ahli gizi bernama Laure Manaker, MS, RDN, LD, melakukan eksperimen pribadi selama satu pekan penuh. Ia mewajibkan dirinya mengonsumsi satu telur setiap hari dengan metode pengolahan yang sederhana dan alami, seperti merebusnya untuk stok camilan di kulkas, membuat telur orak-arik, atau menjadikannya pelengkap hidangan seperti ramen.
Hasil yang dirasakan Manaker setelah tujuh hari cukup signifikan. Secara fisik, ia melaporkan tingkat energi yang jauh lebih stabil sepanjang hari dan frekuensi rasa lapar yang menurun drastis. Stabilitas ini ia kaitkan langsung dengan asupan protein berkualitas tinggi yang terdapat dalam telur. Selama periode tersebut, ia juga tidak merasakan gangguan pencernaan atau efek samping negatif apa pun.
Menariknya, eksperimen ini juga membawa dampak positif secara psikologis. Manaker merasa “stres harian” berkurang, bukan karena efek sedatif dari telur, melainkan karena efisiensi waktu. Keberadaan sumber protein siap santap (seperti telur rebus) di lemari es memangkas kebingungan dalam memilih menu (decision fatigue) dan menghemat waktu persiapan makan yang sering kali melelahkan. Selain itu, tantangan ini membuatnya lebih sadar akan keberadaan “telur tersembunyi” dalam makanan olahan lain seperti panekuk atau kue, memaksanya untuk lebih teliti dalam menjaga asupan harian.
Gudang Nutrisi yang Terjangkau
Di luar pengalaman subjektif tersebut, fakta ilmiah menempatkan telur sebagai salah satu sumber nutrisi paling padat dengan harga yang ekonomis. Keunggulan utamanya terletak pada profil protein lengkap yang mengandung seluruh asam amino esensial dengan tingkat daya cerna yang sangat tinggi, menjadikannya standar emas dalam ilmu pangan.
Kandungan mikronutrien dalam telur juga sangat krusial, terutama pada bagian kuningnya yang sering dihindari:
- Kesehatan Otak: Telur kaya akan kolin (sekitar 150 mg per butir), nutrisi vital yang mendukung daya ingat, stabilitas suasana hati, dan fungsi kognitif. Jumlah ini mampu memenuhi sekitar 27-35% kebutuhan harian orang dewasa.
- Proteksi Mata: Kuning telur mengandung antioksidan kuat, yakni lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa ini menumpuk di retina dan bertindak sebagai pelindung mata dari kerusakan akibat sinar biru serta mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia.
- Sistem Imun: Kombinasi kandungan selenium, seng (zinc), dan Vitamin D dalam telur berperan penting dalam mengatur respons kekebalan tubuh agar tetap optimal.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Meskipun telur menawarkan segudang manfaat, para ahli tetap memberikan catatan khusus. Bagi individu yang memiliki alergi telur, konsumsi harus dihindari sepenuhnya. Sementara itu, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung tertentu atau kadar kolesterol yang sudah tinggi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi guna menentukan porsi yang aman.
Namun, bagi mayoritas populasi yang sehat, mengonsumsi satu telur setiap hari bukan lagi sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan langkah cerdas untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.