Connect with us

Lifestyle

Mengupas Fungsi Ganda Nitrous Oxide dari Dunia Kuliner hingga Risiko Kematian

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Kematian selebgram Lula Lahfah telah memicu diskusi panjang di media sosial mengenai bahaya nitrous oxide (N2O) atau dinitrogen monoksida. Zat yang selama ini tersembunyi di balik berbagai fungsi industri dan medis kini menjadi sorotan utama karena potensi penyalahgunaannya yang mematikan.

‎Zat Serbaguna dalam Medis dan Kuliner Secara karakteristik, nitrous oxide adalah gas tidak berwarna yang memiliki sejarah panjang penggunaan positif. Dalam dunia kedokteran, khususnya kedokteran gigi, gas ini dimanfaatkan sebagai agen anestesi (pembiusan) dan analgesik (penghilang rasa sakit) untuk menenangkan pasien selama prosedur ringan. Selain itu, gas ini terkadang digunakan dalam terapi medis untuk menangani pasien yang mengalami gejala putus alkohol (withdrawal).

‎Di dunia kuliner, N2O memiliki peran krusial namun berbeda. Mengutip penjelasan dari Creme & Co, gas ini berfungsi sebagai propelan dalam tabung whipped cream. Mekanismenya melibatkan penyuntikan gas ke dalam krim cair di mana gas akan larut di bawah tekanan tinggi. Ketika krim disemprotkan keluar, gas tersebut mengembang seketika, menciptakan jutaan gelembung udara mikro. Proses ini menghasilkan tekstur krim yang jauh lebih halus, stabil, dan konsisten dibandingkan pengocokan manual yang sering kali menghasilkan rongga udara besar dan tidak rata.

‎Sejarah Panjang di Dunia Otomotif Sisi lain dari N2O yang populer adalah penggunaannya dalam meningkatkan performa mesin, atau yang akrab dikenal sebagai NOS (Nitrous Oxide Systems). Sejarah penggunaan ini dapat ditarik mundur hingga era Perang Dunia II. Kala itu, pesawat tempur bermesin piston menggunakan injeksi N2O untuk mendapatkan dorongan tenaga darurat guna meningkatkan ketinggian atau kecepatan secara drastis.

‎Meski sempat meredup seiring munculnya mesin jet, teknologi ini kembali populer di tahun 1970-an dan 1980-an dalam ajang balap mobil drag race. Hingga kini, budaya populer seperti video game “Need For Speed” dan waralaba film “Fast and Furious” telah menanamkan citra N2O sebagai “tombol turbo” bagi para pecinta otomotif.

‎Bahaya Laten Penyalahgunaan Rekreasional Masalah fatal muncul ketika gas serbaguna ini dialihfungsikan menjadi narkoba rekreasional. Di kalangan pengguna, zat ini dikenal dengan berbagai nama jalanan seperti laughing gas (gas tawa), nangs, whippets, hippy crack, hingga balloons.

‎Menurut Alcohol and Drug Foundation (ADF) Australia, nitrous oxide dikategorikan sebagai obat disosiatif. Artinya, zat ini bekerja dengan memisahkan persepsi seseorang dari tubuh dan lingkungan fisiknya, mirip dengan efek halusinasi pada obat psikedelik. Pengguna biasanya menghirup gas ini melalui balon atau langsung dari kartrid whippet untuk mengejar sensasi high sesaat.

‎Namun, harga yang harus dibayar untuk sensasi singkat tersebut sangat mahal. Risiko terbesar dari menghirup N2O secara langsung adalah hipoksia, yaitu kondisi di mana tubuh dan otak kekurangan pasokan oksigen secara ekstrem. Jika tidak segera ditangani, atau jika pengguna memiliki kondisi kesehatan bawaan, hal ini dapat memicu penurunan tekanan darah drastis, pingsan, serangan jantung, hingga kematian akibat gagal napas, sebagaimana kekhawatiran yang muncul dalam kasus-kasus fatal belakangan ini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *