Lifestyle

Menguak Tren dan Potensi Manfaat Kesehatan Sea Moss (Irish Moss)

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Belakangan ini, popularitas sea moss atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Chondrus crispus (lumut Irlandia), melonjak tajam di kalangan pegiat gaya hidup sehat. Lonjakan minat ini tidak lepas dari pengaruh figur publik global seperti Kim Kardashian dan Hailey Bieber yang mempromosikan konsumsi alga merah dari perairan Atlantik Utara ini sebagai bagian dari rutinitas kesehatan mereka. Meskipun sea moss sebenarnya telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional selama berabad-abad, kini ia tampil dengan wajah baru yang lebih modern dalam bentuk gel, kapsul, hingga bubuk suplemen. Namun, di balik viralnya tren tersebut, apa sebenarnya dampak kesehatan yang ditawarkan oleh tanaman laut ini? Berdasarkan tinjauan para ahli, berikut adalah uraian mendalam mengenai potensi manfaat sea moss:

1. Optimalisasi Kesehatan Pencernaan

Salah satu keunggulan utama sea moss terletak pada kemampuannya menjaga kesehatan saluran cerna. Tanaman ini kaya akan serat larut dan senyawa prebiotik yang berfungsi sebagai “bahan bakar” bagi bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Menurut Kristin Kirkpatrick, RDN dari Cleveland Clinic Wellness Institute, keberadaan serat dan prebiotik ini krusial untuk menyeimbangkan mikrobiota usus. Keseimbangan ini tidak hanya memperbaiki proses pencernaan, tetapi juga meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi penting.

2. Penguatan Sistem Imunitas

Kesehatan usus memiliki korelasi yang kuat dengan sistem kekebalan tubuh. Dengan memelihara keseimbangan bakteri usus, sea moss secara tidak langsung turut memperkuat pertahanan tubuh. Selain itu, tekstur sea moss yang menyerupai gel (lendir) dipercaya dapat menenangkan selaput lendir pada saluran pernapasan dan pencernaan. Robin Foroutan, RDN, menjelaskan bahwa selaput lendir adalah garda terdepan tubuh dalam menangkal infeksi, meskipun klaim ini masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut pada manusia.

3. Dukungan terhadap Kesehatan Jantung

Kandungan serat dan antioksidan dalam sea moss dinilai berpotensi menjaga kesehatan kardiovaskular. Serat berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Di sisi lain, antioksidan bekerja melawan peradangan dan stres oksidatif. Walaupun mekanismenya menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa studi spesifik mengenai efek langsung sea moss terhadap jantung manusia masih terbatas.

4. Potensi Sifat Antikanker

Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa dalam sea moss, khususnya antioksidan dalam karagenan, mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu. Temuan ini tentu menarik, namun Foroutan menegaskan bahwa hasil ini baru terbukti pada skala laboratorium dan hewan uji. Oleh karena itu, klaim sebagai obat kanker pada manusia belum dapat dibenarkan tanpa uji klinis yang memadai.

5. Perawatan Kecantikan Kulit

Dunia dermatologi juga mulai melirik sea moss berkat kandungan mineral, antioksidan, dan asam aminonya. Dr. Karan Lal, MD, menyebutkan bahwa nutrisi ini dapat membantu mengatasi jerawat karena sifat antijamurnya. Lebih jauh, kandungan asam amino seperti arginin dipercaya mendukung proses anti-penuaan (anti-aging). Meski demikian, efektivitas penggunaan topikal masih memerlukan lebih banyak bukti ilmiah.

6. Regulasi Fungsi Tiroid

Sea moss merupakan sumber alami yodium yang sangat tinggi. Mineral ini esensial bagi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Ini menjadikan sea moss suplemen yang baik bagi mereka yang kekurangan yodium, seperti vegan atau ibu hamil. Namun, ahli gizi Kristin Gillespie memperingatkan bahwa kelebihan yodium justru berbahaya. Konsultasi medis sangat disarankan, terutama bagi individu dengan riwayat gangguan tiroid.

7. Manajemen Berat Badan

Kandungan serat larut dalam sea moss sering dikaitkan dengan penurunan berat badan karena kemampuannya menciptakan rasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah makan berlebihan. Meskipun demikian, ahli diet Bree Phillips mencatat bahwa manfaat serupa sebenarnya bisa didapatkan dari konsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian biasa.

Penting untuk diingat bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum memberikan persetujuan resmi mengenai keamanan dan efektivitas suplemen sea moss sebagai obat. Para ahli menekankan bahwa sea moss sebaiknya dipandang sebagai pelengkap nutrisi, bukan solusi instan untuk masalah kesehatan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional tetap menjadi langkah wajib sebelum mulai mengonsumsinya secara rutin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version