Education
Mengenali Gejala Kolesterol Tinggi Melalui Kondisi Mata: Tanda Peringatan Dini yang Tak Boleh Diabaikan
Semarang (usmnews) – Dikutip CNN Indonesia Kadar kolesterol yang melampaui batas normal sering kali dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena gejalanya sering tidak disadari hingga muncul komplikasi serius, seperti penyakit jantung atau strok. Padahal, tubuh sebenarnya memberikan berbagai sinyal peringatan, salah satunya melalui indra penglihatan. Mata dapat menjadi jendela yang menunjukkan kondisi kesehatan pembuluh darah dan kadar lemak dalam tubuh seseorang. Memahami perubahan visual pada mata sangat penting sebagai langkah preventif sebelum masalah kesehatan menjadi lebih parah.
Berdasarkan laporan kesehatan, terdapat tiga indikator utama pada mata yang sering kali berkaitan erat dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah:
1. Xanthelasma: Gumpalan Lemak di Sekitar Kelopak Mata. Salah satu gejala yang paling kasat mata adalah munculnya xanthelasma. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak atau benjolan datar berwarna kekuningan di sekitar area kelopak mata, terutama di bagian dekat pangkal hidung. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak mengganggu ketajaman penglihatan, benjolan ini merupakan endapan lemak murni yang menumpuk di bawah jaringan kulit. Data menunjukkan bahwa sekitar separuh dari orang yang memiliki tanda ini terkonfirmasi memiliki kadar kolesterol tinggi. Faktor risiko lainnya seperti obesitas, kebiasaan merokok, diabetes, serta tekanan darah tinggi sering kali memperburuk kondisi ini.
2. Arcus Senilis: Cincin Berwarna di Sekitar Kornea. Gejala kedua yang perlu diwaspadai adalah arcus senilis. Tanda ini muncul berupa lingkaran atau cincin berwarna putih, abu-abu, atau biru muda di tepi luar kornea (bagian depan mata yang jernih). Lingkaran ini terbentuk akibat penumpukan zat lemak (lipid) yang terbawa aliran darah hingga ke kornea. Pada orang lanjut usia, kondisi ini dianggap wajar karena faktor penuaan. Namun, jika lingkaran ini muncul pada anak-anak atau orang dewasa muda (sering disebut arcus juveniles), maka hal tersebut merupakan sinyal kuat adanya gangguan metabolisme kolesterol yang serius atau faktor keturunan.
3. Oklusi Vena Retina: Gangguan Aliran Darah di Dalam Mata. Kondisi yang paling berbahaya adalah oklusi vena retina, yang sering disebut sebagai “strok mata”. Kolesterol tinggi dapat memicu penyumbatan pada pembuluh darah vena yang menyuplai oksigen ke retina. Jika penyumbatan terjadi, darah dan cairan dapat bocor ke retina, menyebabkan pembengkakan pada makula yang mengganggu penglihatan sentral. Gejalanya meliputi pandangan kabur secara tiba-tiba pada satu mata, munculnya bintik hitam melayang (floaters), atau rasa nyeri pada mata. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kolesterol tinggi memiliki risiko dua kali lipat lebih besar terkena penyumbatan vena retina dibandingkan orang dengan kadar lemak normal.
Langkah Pencegahan: Mengenali tanda-tanda di atas sejak dini dapat menyelamatkan nyawa. Jika Anda menemukan adanya perubahan pada area mata seperti yang dijelaskan, sangat disarankan untuk segera melakukan tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol lengkap (LDL, HDL, dan Trigliserida). Selain pemeriksaan medis, perubahan gaya hidup seperti mengonsumsi makanan berserat tinggi, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan merokok sangat krusial untuk menjaga agar kadar kolesterol tetap terkendali dan kesehatan mata tetap terjaga.