Connect with us

Education

Mengenal Sisi Lain Buah: Sumber Protein Nabati yang Tersembunyi

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Selama ini, stigma masyarakat mengenai sumber protein hampir selalu tertuju pada produk hewani seperti daging, telur, atau setidaknya kacang-kacangan. Di sisi lain, buah-buahan lebih sering diklasifikasikan semata-mata sebagai penyumbang serat, gula alami, serta beragam vitamin dan mineral. Namun, persepsi ini tidak sepenuhnya lengkap. Ternyata, beberapa jenis buah menyimpan kandungan protein yang cukup signifikan dan bisa menjadi “sekutu” tak terduga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Protein memegang peranan krusial dalam mekanisme biologis tubuh manusia, mulai dari menjaga massa otot, memperbaiki kerusakan jaringan, hingga menjadi fondasi bagi sistem kekebalan tubuh yang kuat. Bagi mereka yang sedang menjalani pola makan berbasis nabati (plant-based diet), menemukan variasi sumber protein adalah kunci keberhasilan diet yang sehat. Amy Fox, seorang ahli gizi yang dikutip dari Real Simple, menegaskan bahwa meskipun buah tidak bisa menggantikan daging sebagai sumber protein utama, buah-buahan memiliki peran vital sebagai pelengkap. “Buah adalah pilihan cerdas untuk camilan sehat yang membantu menutup celah kebutuhan protein harian Anda,” ungkapnya.

Berikut adalah enam jenis buah dengan profil protein yang cukup tinggi dan layak masuk dalam daftar belanja Anda:

1. Jambu Biji (Guava)

Menduduki peringkat teratas, jambu biji adalah “raja” protein di dunia buah dengan kandungan mencapai 4,2 gram per cangkir. Keunggulan lainnya adalah kadar gulanya yang relatif rendah dibandingkan buah tropis lain. Saran Penyajian: Jambu biji sangat nikmat dikonsumsi segar, diolah menjadi jus atau smoothie, hingga dijadikan selai rumahan. Namun, Amy Fox menyarankan agar berhati-hati dengan produk olahan jambu kemasan karena sering kali tinggi gula tambahan.

2. Buah Delima (Pomegranate)

Di balik butiran merah delimanya yang cantik, buah ini menyimpan 3 gram protein per cangkir. Delima dikenal luas sebagai superfood karena kandungan antioksidannya yang sangat tinggi. Kombinasi serat dan protein dalam biji delima (arils) sangat efektif memberikan rasa kenyang lebih lama. Tips: Jika sulit menemukan buah segar karena faktor musim, biji delima beku bisa menjadi alternatif praktis yang tersedia sepanjang tahun.

3. Nangka (Jackfruit)

Buah tropis ini memiliki tekstur berserat yang unik, yang membuatnya sangat mirip dengan tekstur daging suwir ketika dimasak. Dengan kandungan 2,8 gram protein per cangkir, nangka menjadi primadona di kalangan vegan dan vegetarian.Saran Penyajian: Nangka muda sangat fleksibel; bisa dibumbui menjadi kari, gulai, tumisan, atau bahkan pengganti daging dalam tacos. Untuk nangka matang, rasanya yang manis cocok untuk smoothie atau dessert.

4. Alpukat

Sering dipuji karena lemak sehatnya, alpukat ternyata juga menyumbang 2,7 gram protein per buah. Ini menjadikan alpukat paket lengkap nutrisi makro (lemak dan protein).Saran Penyajian: Fleksibilitas alpukat luar biasa. Anda bisa mengoleskannya di atas roti gandum panggang untuk sarapan, mengolahnya menjadi guacamole, atau memakannya langsung dengan sedikit taburan lada dan garam.

5. Aprikot

Buah berbiji ini mengandung 2,2 gram protein per cangkir. Selain protein, aprikot adalah sumber potasium, beta-karoten, dan antioksidan yang baik.Saran Penyajian: Aprikot memiliki keseimbangan rasa manis dan asam yang pas, membuatnya cocok dipadukan dalam hidangan gurih (seperti salad ayam) maupun manis (sebagai camilan segar).

6. Blackberry

Buah beri berwarna gelap ini mengandung 2 gram protein per cangkir. Selain protein, blackberry adalah pembangkit tenaga antioksidan dan serat yang sangat baik untuk pencernaan.Saran Penyajian: Rasanya yang sedikit asam namun segar sangat cocok dicampurkan ke dalam oatmeal, yogurt, puding chia, atau sekadar dijadikan camilan sore hari.Dengan memahami kandungan nutrisi ini, Anda kini memiliki lebih banyak opsi untuk mendiversifikasi asupan protein harian, tidak hanya terpaku pada lauk-pauk hewani saja, tetapi juga melalui kesegaran buah-buahan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *